Wartapost.com

Hina Pancasila, TNI Putuskan Kerjasama dengan Militer Australia, Ini Dampak Bagi Rakyat Indonesia

  • Reporter:
  • Kamis, 5 Januari 2017 | 08:11
  • / 6 Rabiul Akhir 1438
  • Dibaca : 54 kali
Hina Pancasila, TNI Putuskan Kerjasama dengan Militer Australia, Ini Dampak Bagi Rakyat Indonesia

WARTAPOST.com – Menurut salah satu Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra memperkirakan, dampak yang ditimbulkan mengenai penundaan kerja sama militer antara TNI dengan Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) tidak terlalu besar terhadap hubungan bilateral antar kedua negara.

“Saya kira tidak terlalu berpengaruh terhadap militer Indonesia,” kata Supiadin melalui pesan singkat, Rabu (4/1/2017) lalu

“(Juga) tidak terlalu berpengaruh terhadap hubungan bilateral karena kerja sama militer hanya sebagian kecil dari hubungan bilateral Indonesia-Australia,” sambungnya.

Dari informasi yang ditelusuri Kompas, TNI sebelumnya mengirimkan surat kepada ADF pada 9 Desember 2016 tentang penghentian kegiatan kerja sama militer di antara kedua belah pihak.

Hal itu dipicu akibat pengalaman pelatih dari Korps Pasukan Khusus (Kopassus) yang mengajar di sekolah pasukan khusus Australia tersebut.

Pelajaran-pelajaran yang isinya menjelek-jelekkan TNI

Saat mengajar, pelatih tersebut mengetahui adanya pelajaran-pelajaran yang isinya menjelek-jelekkan TNI di akademi tersebut.

 

Saat menghadap kepala sekolah di akademi tersebut untuk mengajukan keberatan, sang pelatih Kopassus tersebut malah menemukan tulisan lainnya yang isinya justru menghina lambang negara Indonesia, Pancasila.

Jika alasan tersebut benar, Supiadin menilai langkah yang diambil pemerintah sudah tepat.

Sebab, dalam mengadakan kerja sama antarnegara, masing-masing negara harus memegang teguh prinsip-prisip kesetaraan, saling menghormati dan saling menguntungkan.

TNI berhak menghentikan kerja sama

“Kalau salah satu dari ketiga prinsip di atas dilanggar, maka TNI berhak menghentikan kerja sama yang sudah dibuat,” ucap Purnawirawan Mayor Jenderal TNI itu.

“Hal ini sekaligus sebagai pembelajaran bagi Australia agar tidak seenaknya melecehkan TNI,” kata Supiadin.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Wuryanto menolak menceritakan pihak mana yang menjadi penyebab hingga menimbulkan masalah.

Menurut Wuryanto, setelah dilakukan evaluasi, ada hal-hal teknis yang harus diperbaiki untuk menjaga kerja sama pada masa mendatang.

“Namanya juga hubungan kerja sama antara dua pihak, tentu ada kekurangan di salah satu pihak,” ujar kata Wuryanto saat ditanya, di Jakarta,

Tanggapan Australia setelah disebut menghina Pancasila

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto hari ini menyatakan seluruh kerja sama militer dengan Australia dihentikan untuk sementara.

Hal itu antara lain disebabkan ada pelecehan terhadap lambang negara Pancasila saat Prajurit Kopassus tengah melatih pasukan khusus di Australia.

“Ya ada masalah itu dan ada beberapa hal yang masih harus kita kaji lagi agar hubungan kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak,”ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (4/1).

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengatakan dia telah diberitahu mengenai penghentian sementara kerja sama militer ini.

Stasiun televisi ABC di Australia sudah mendapat konfirmasi bahwa seorang instruktur dari TNI yang tengah melatih militer Negeri Kanguru merasa ada materi yang terpampang di markas militer Australia di Perth yang menghina Pancasila.

Kepala Angkatan Udara Australia Marsekal Mark Binskin sudah melayangkan surat kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai kasus ini pada 23 November lalu.

Seorang diplomat yang mengetahui kasus ini menyatakan Binskin sudah memastikan materi yang menghina Pancasila di Perth itu tidak menggambarkan seluruh pandangan militer Australia terhadap Indonesia, seperti dilansir ABC News, Rabu (4/1). Peristiwa itu menurutnya hanya insidental saja.

Panglima militer Australia Letnan Jenderal Angus Campbell juga sudah menulis kepada Jenderal Gatot pada 24 November lalu. Dalam suratnya dia mengatakan Australia tidak mendukung materi yang menghina Pancasila itu.

Dalam pernyataannya Menteri Pertahanan Payne menjelaskan, pihaknya sangat mencermati kasus ini dan penyelidikan atas hal ini sudah akan rampung.

 

“Australia berkomitmen membangun hubungan pertahanan yang kuat dengan Indonesia, termasuk latihan kerja sama militer,” ujar Payne.

sumber: Tribunnews.com, Merdeka.com

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional