Wartapost.com

Jual Mahkota Dewa, Wanita ini Raup Omset Rp 250 Juta

  • Reporter:
  • Kamis, 25 Agustus 2016 | 12:17
  • / 21 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 226 kali
Jual Mahkota Dewa, Wanita ini Raup Omset Rp 250 Juta
Ning Harmanto, Pendiri PT Mahkota Dewa Indonesia

Wartapost.com – Buah Mahkota Dewa memang sudah terkenal sejak lama di kalangan masyarakat Indonesia sebagai bahan ramuan yang dipercaya dapat menyembuhkan beragam penyakit. Sayangnya, potensi itu tidak banyak yang bisa membaca dan menjadikannya bisnis.

Berbeda dengan Ning Harmanto, wanita yang tumbuh dan besar di lingkup masyarakat tradisional Yogyakarta. Ia berhasil membaca peluang bisnis ekstrak Mahkota Dewa menjadi perusahaan yang bergerak dalam ramuan herbal. Lewat bisnisnya ini, Ning mampu menjadikan Mahkota Dewa menjadi berbagai produk herbal yang mudah diterima masyarakat.

Pada awalnya Ning tidak berniat menjadikan ramuan Mahkota Dewa sebagai ladang bisnis. Ia mulai meracik ekstra Mahkota Dewa untuk membantu kesembuhan ibunya dari komplikasi penyakit yang sudah difonis dokter hanya mampu hidup dalam hitungan hari.

Namun dengan usahanya memberikan ramuan Mahkota Dewa kepada Ibunya, kondisinya justru semakin membaik dan sang ibu pun mampu bertahan selama 3 tahun hingga akhirnya meninggal di usia 80 tahun.

Mendapat pengalaman yang berharga itulah, Ning kemudian mengajak rekan-rekan yang merupakan tetangganya yang berada di sekitar rumahnya di Rawa Badak, Jakarta Utara untuk mendirikan sebuah kelompok yang dinamai Kelompok Wanita Tani Bunga Lili.

Dari kelompok inilah, Ning mengajak anggotanya untuk menanam, meracik hingga mengemas hasil racikan menjadi ramuan herbal yang mudah diterima masyarakat. Mereka percaya bahwa ramuan herbal mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang menurut medis tidak ditemukan obatnya.

Walaupun positif, melakukan kegiatan pertanian di kota juga memiliki kendala dan tidak mudah dilakukan. Kendala utama kelompok ini adalah minimnya lahan yang bisa menjadi lahan pertanian.

Namun, keterbatasan itu tidak membuat ciut niat Ning dan kawan-kawan. Melalui bimbingan dari Suku Dinas Pertanian Jakarta Utara, kelompok ini menggunakan system pertanian vertikultur yang tidak memakan banyak lahan dalam bercocok tanam.

Dari kelompok inilah Ning mengembangkan inovasinya dalam memanfaatkan ekstrak buah Mahkota Dewa. Berdasar pada ratusan buku literature yang ia baca, Ning berhasil mengkombinasikan ekstrak Mahkota Dewa dengan beberapa bahan herbal lainnya sehingga mendapatkan manfaat yang lebih.

“Mahkota Dewa dikombinasikan dengan tanaman lain seperti sambiloto, temu manga, tapak liman, temulawak, mengkudu, bangle, sidaguri umbi daun dewa dan berbagai tanaman obat lainnya, tergantung pada penyakit yang ingin diobati,” jelas Ning via Detik.

Saking semangatnya ia bersama kelompoknya, mereka berhasil menjadi pemenang pertama dalam acara lomba pekarangan produktif se-DKI Jakarta pada ajang Agro Expo 1999.

Dengan keberhasilan menyembuhkan kerabat dan tetangga, pada tahun 2002 kelompok Wanita Tani Bunga Lili ini membangun sebuha klinik untuk bisa lebih banyak membantu masyarakat. Klinik ini dinamai Klinik Mahkota Dewa atau Klinik Herbal Ny. Ning Harmanto yang saat ini telah berubah nama menjadi Griya Sehat Mahkota Dewa.

Berniat serius untuk berbisnis, Ning dan kawan-kawan akhirnya mendirikan sebuah perusahaan resmi yang dinamai PT Mahkota Dewa Indonesia pada 3 Januari 2003.

Pada saat awal berdiri, Ning hanya meperkerjakan 10 orang pegawai. Sedangkan seluruh proses produksi dan operasional ia lakukan di bangunan dua lantai seluas 327 meter persegi yang dahulunya ia gunakan sebagai klinik. Sedangkan untuk modal usahanya ia menggunakan dana tabungan selama mendirikan klinik dan beberapa pinjaman dari bank.

Untuk mengembangkan perusahaannya, Ning melengkapi kliniknya dengan peralatan medis sederhana dan merekrut seorang dokter untuk melakukan analisi medisnya. Sedangkan dalam hal konsultasi, seperti sebelumnya, ia tidak mematok biaya. Pasien hanya dibebnkan untuk membayar produk yang sudah direkomendasikan oleh kliniknya.

Untuk menjaga kualitas produknya, PT Mahkota Dewa Indonesia bekerja sama dengan kalangan medis atau dokter, peneliti dan pusat Studi Biofarmaka untuk melakukan penelitian ilmiah. Hasil penelitian tersebut mereka publikasikan dalam Jurnal Ilmiah World Federation of Chinese Medical Societies Februari 2014 Vol 9, Februari 2016 Vol 11 dan 29.

Selain itu, kegiatana produksi PT Mahkota Dewa Indonesia juga telah memenuhi standar internasional dengan mengantongi sertifikat GMP (Good Manufacturing Product).

Berkat usaha kerasnya, produk olahan Mahkota Dewa milk Ning pun semakin dikenal masyarakat. Manfaatnya yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit pun semakin luas tersebar hingga akhirnya banyak orang bergabung untuk jadi reseller produknya. Dari situlah usahanya semakin besar, saat ini Ning sudah mempekerjakan karyawan hingga 60 orang.

Dalam satu bula, Ning mengatakan bahwa perusahannya mampu menjual ramuan herbal Mahkota Dewa sebanyak 2.000 botol dan berhasil mencapai omzet sebesar Rp 250-Rp 300 juta dalam sebulan. Bahkan ia mengaku produknya tidak hanya dikenal di Indonesia, bahkan terjual hingga Asia dan Eropa.

 Atas segala capaiannya ini, Ning tetap rendah hati dan mengaku tidak bisa mendapatkan ini semua tanpa bantuan sang suami Harmanto. Sejak 2003, Harmanto telah melepaskan pekerjaannya sebagai Senior Manajer di Astra Graphia dan memutuskan untuk fokus membantu Ning dalam merintis bisnisnya. 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional