Wartapost.com

Inilah Dosa-Dosa Ahok di Mata Warga Jakarta

  • Reporter:
  • Kamis, 25 Agustus 2016 | 16:55
  • / 21 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 185 kali
Inilah Dosa-Dosa Ahok di Mata Warga Jakarta
Jaringan Rakyat Miskin Kota menolak Ahok maju Pilkada DKI Jakarta 2017

Wartapost.com – Warga Jakarta tidak setuju bahkan tidak rela jika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menang dalam Pilkada 2017 mendatang, aspirasi ini disampaikan melalui Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK). Mereka menganggap, Ahok terlalu banyak memiliki dosa kepada warga Jakarta selama masa kepemimpinannya.

Oleh sebeb itu, JRMK mendatangi kantor Dewan Pusat Partai Demokrasi Perjuangan, menuntut agar PDIP tidak mendukung Ahok sebagai calon gubernur pada Pilkada mendatang.

Apa yang disampaikan JRMK juga disetujui oleh salah satu politisi PDI Perjuangan, Komarudin Watubun. Ia menganggap Ahok terlalu sombong sebagai pemimpin DKI Jakarta.

Komarudin yang menjabat sebagai Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP mengatakan seharusnya pemimpin Jakarta harus memiliki etika, norma dan moral sehingga tidak semena-mena terhadap sebagian warganya. Oleh sebab itu, ia menganggap Ahok tidak pantas untuk diusung PDI Perjuangan. Ia juga berharap agar ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputrie juga tidak memutuskan untuk mendukung Ahok.

Jaringan Rakyat Miskin Kota menilai dosa utama Ahok kepada warga Jakarta dan tidak bisa ditolerir adalah penggusuran terhadap warganya untuk dipindahkan ke rumah susun.

Sejak menggantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2014, Ahok telah berkali-kali melakukan penggusuran yang menyengsarakan rakyat miskin. Berikut beberapa penggusuran yang telah dilakukan Ahok.

Kampung Pulo

Kebijakan Ahok untuk menggusur Kampung Pulo telah menimbulkan banyak perlawanan dari warga setempat. Bisa dikatakan ini merupakan penggusuran terheboh selama pemerintahan Ahok.

Ahok beralasan bahwa wilayah Kampung Pulo yang berada di bantaran Sungai Ciliwung terancam kebanjiran setiap tahun.

Penggusuran itu juga memunculkan perlawanan dari warga sehingga kericuhan pun tidak terelakkan. Banyak korban berjatuhan dari pihak warga maupun aparat. Bahkan alat berat milik Pemprov DKI juga rusak dibakar warga.

Walaupun terjadi perlawanan keras, penggusuran ini tetap dilaksanakan dan saat ini sebagian wilayah Kampung Pulo telah rata dengan tanah.

Pinangsia

Penggusuran wilayah Pinangsia, Jakarta Barat sudah diperintahkan Ahok tiga bulan sebelum Kampung Pulo. Seperti halnya penggusuran lainnya, warga pun melakukan perlawanan.

Namun, seakan tanpa ampun, Pemprov DKI tetap melakukan penggusuran di Pinangsia. Saat ini wilayah ini sudah menjadi kawasan hijau dan inspeksi pemantau banjir.

Bukit Duri

Penggusuran di Bukit Duri tidak mendapat perlawanan dari warga. Pemprov DKI berdalih jika mereka harus menggusur rumah yang dekat dengan aliran sungai Ciliwung. Warga Bukit diri seakan terpaksa untuk pindah ke rumah susun.

Menurut Ahok, sodetan Sungai Ciliwung harus dibuat dari dua arah yaitu Bukit Duri dan Kampung Pulo. Saat ini penertiban belum sepenuhnya rampung sejak Januari 2016 karena terkendala beberapa hal.

Kalijodo

Kalijodo disebut sebagai salah satu kawasan prostitusi kelas menengah di Jakarta. Terdapat banyak kafe yang menyediakan layanan plus terhadap pelanggannya.

Niatan Pemprov DKI untuk menggusur kawasan Kalijodo mendapat perlawanan keras dari salah satu “penguasa” yang menamakan dirinya Daeng Azis.

Azis bahkan sempat mengajukan audiensi dan mendesak kepada DPRD DKI untuk tidak melakukan penggusuran di wilayahnya. Namun, usahanya tidak menghasilkan apa-apa.

Ketika proses penggusuran terjadi, justru tidak terlihat perlawanan dari warga setempat. Bahka Daeng Azis yang mengaku “penguasa” wilayah Kalijodo justru ditangkap polisi sebab kasus pencurian listrik.

Pasar Ikan dan Kampung Akuarium

Alasan utama penggusuran wilayah Pasar Ikan dan Kampung Akuarium yang terletak di pinggir Pantai Utara Jakarta adalah karena sertifikat tanah yang ada adalah milik Pemprov DKI.

Penggusuran dua wiliayah ini pun dilakukan dengan cepat. Wilayah Pasar Ikan diratakan dengan tanah hanya dalam sehari agar wilayah ini tidak lagi terlihat seperti kawasan kumuh. Sama halnya dengan Kampung Akuarium yang digusur dan warganya dipindah ke berbagai rumah susun seperti Rusun Muara Baru, Rusun Rawa Bebek, hingga Rusun Pulo Gebang.

Sangat disayangkan, tidak semua warga dua wilayah ini pindah ke rusun. Ada beberapa warga yang tinggal di perahu di kawasan Penjaringan hingga dipanggil sebagai “Manusia Perahu”.

Lagi, Reklamasi Teluk Jakarta

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Salah satu kebijakan Ahok yang mendapat banyak perlawanan tidak Cuma dari warga setempat, tetapi dari berbagai pihak mulai dari komunitas pecinta lingkungan hingga kementerian adalah kasus reklamasi teluk Jakarta.

Ahok berencana membangun 17 pulau buatan di Pantai Utara Jakarta yang dikerjakan oleh pihak swasta.

Masyarakat setempat menganggap reklamasi ini membuat nelayan setempat kehilangan mata pencaharian mereka. Ikan yang biasanya mudah ditangkap di pinggir pantai menjadi susah karena ikan bermigrasi ke tengah.

Selain itu, reklamasi pun dianggap memberkan polusi dan mencemari laut.

Menanggapi perlawanan warga Ahok mengatakan kalau aturan reklamasi telah dibuat pada 1995, atas dasar itu Ahok tetap bersikukuh untuk melanjutkan reklamasi.

Terkait masalah Reklamasi ini, Ahok juga ditentang oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Meski dilawan berbagai pihak, Ahok tetap bergeming untuk melakuakn reklamasi. Ia bahkan tidak mengindahkan tuduhan pencemaran lingkungan.

 

Hingga akhirnya, reklamasi teluk Jakarta harus dihentikan sementara karena terjerat kasus korupsi.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional