Wartapost.com

Pertamina: Penjualan meningkat, Premium Mulai Ditinggalkan

  • Reporter:
  • Jumat, 26 Agustus 2016 | 12:57
  • / 22 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 184 kali
Pertamina: Penjualan meningkat, Premium Mulai Ditinggalkan
Pengendara motor membeli Pertamax di Kios Bensin Eceran Pertamini di Kawasan Depok, Jakarta Barat.

Wartapost.com – PT Pertamina (persero) sepanjang semester I 2016 telah berhasil menjual 31,6 juta kiloliter bensin dan solar. Penjualan ini dinilai naik 5,3 persen dari penjualan semester II tahun lalu yang hanya mencapai 30 juta kiloliter.

Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa bensin atau premium memiliki proporsi penjualan 68,7 persen. Dengan angka itu, Premium masih mendominasi penjualan BBM dengan jenis lain. Sementara Pertamax dan Pertamax Plus memiliki proporsi penjualan sebesar 15,5 persen, sedangkan Pertalite menempati proporsi sisanya sebesar 15,8 persen.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan bahwa proporsi penjualan Premium sebesar 68,7 persen merupakan penurunan dari proporsi penjualan periode sebelumnya pada akhir tahun lalu yang mencapai 87,4 persen. Menurut Bambang, penurunan sebesar 21,39 persen penjualan Premium disebabkan oleh semakin banyaknya masyarakat yang beralih pada jenis BBM selain Premium seperti Pertamax, Pertamax Plus atau pun Pertalite.

Bambang menganggap bahwa golongan masyarakat muda yang mulai sadar akan kesehatan mesin mulai beralih ke BBM non-Premium. Apalagi jika dilihat saat ini selisih antara Premium dan non-Premium tidak terlampau lebar.

“Dari sisi perusahaan, produk-produk inovasi ini untuk menunjang penjualan. Namun tujuan utama lainnya adalah mengurangi subsidi, dalam rangka membangun masyarakat yang bisa beradaptasi dengan produk yang lebih baik untuk menghadapi Euro 4,” jelas Bambang, Kamis (25/8) via CNN.

Produk BBM terbaru Pertamina, Pertalite mengalami peningkatan proporsi penjualan yang cukup signifikan pada semester I tahun ini. Pada akhir tahun lalu, porsi penjualan Pertalite terhadap seluruh total penjualan Pertamina hanya sebesar 3,9 persen. Sedangkan pada akhir semester ini, Juni 2016, porsi penjualan Pertalite meningkat menjadi 15,8 persen.

Peningkatan penjualan Pertalite juga dipengaruhi semakin banyaknya SPBU yang menjual Pertalite. Pada Juli 2015, ketika awal dikenalkan, hanya ada 105 SPBU yang menjual Pertalite, dan setahun kemudian pada Juli 2016 sudah ada 3.358 SPBU yang menjual Pertalite. Pengenalan Pertalite oleh Pertamina adalah salah satu cara untuk menghadapi Euro 4.

Menurut Bambang, penjualan Premium akan semakin berkurang dengan kehadiran produk baru lain Pertamina seperti Pertamax Turbo. Hal ini sudah terbukti pada 10 SPBU di Jakarta yang mengganti dispenser Pertamax Plus menjadi Pertamax Turbo. Dari percobaan itu, didapatkan hasil yang cukup baik, setiap hari rata-rata penjualan Pertamax naik hingga 57 persen dibandingakan sebelumnya.

Bambang juga memperkirakan jika tren positif ini terus naik hingga akhir tahun maka proporsi penjualan Premium bisa turun hingga dibawah 50 persen.

 Sebagai informasi, seluruh total penjualan Pertamina pada tahun 2015 mencapai 61,63 kiloliter. Jumalh itu terdiri dari BBM bersubsidi sebesar 26,96 kiloliter dan BBM non-subsidi sebesar 34,67 kiloliter. Jumlah itu menunjukkan penurunan sebesar 5,62 persen dari tahun 2014 yang tercatat memiliki total penjualan sebesar 65,3 juta kiloliter. 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional