Wartapost.com

Dinas Perikanan dan Perternakan Mengadakan Pertemuan Bersama Nelayan Margasari dan Sukorahayu

  • Reporter:
  • Rabu, 18 Januari 2017 | 18:20
  • / 19 Rabiul Akhir 1438
  • Dibaca : 57 kali
Dinas Perikanan dan Perternakan Mengadakan Pertemuan Bersama Nelayan Margasari dan Sukorahayu
Sosialisasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan

WARTAPOST.com – Dinas Perikanan dan Peternakan mengadakan pertemuan bersama nelayan Margasari dan Sukorahayu yang bertempat di Gedung Aula Balai Desa Margasari Rabu, 18 Januari 2017.

Untuk membahas terkait larangan alat tangkap sondong dan dogol yang ada di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.

Dalam acara Pertemuan Para Nelayan Margasari dan Nelayan Sukorahayu dihadiri Dinas Perikanan dan Perternakan, Kapolsek Labuhan Maringgai, Kepala Desa Sukorahayu, Kepala Desa Margasari, Ketua HNSI Edi Susilo, Polres Airut Lampung Timur, masyarakat nelayan yang diundang dalam acara pertemuan para nelayan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Yudinal mengatakan “peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah harus dilaksanakan dengan baik, karena itu sudah bentuk komitmen yang disahkan oleh negara, dan sudah menjadi ketetapan perundang-undangan dari kementrian, jadi  para nelayan harus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.”

Masyarakat Nelayan Margasari, Haji Muhari mengharapkan bahwa “alat tangkap sondong kiranya bisa digunakan untuk alat tangkap udang maupaun ikan karena tidak merusak bentuk apapu, dan mengharapkan mohon dikaji ulang kebijakan peraturan pemerintah”, kata nelayan Margasari.

Para nelayan  juga mengharapkan kepada Bupati Lampung Timur dan Kadis Perikanan dan Perternakan, masyarakat nelayan mengarakan adanya larangan alat tangkap sondong dan dogol oleh pemerintah, kini hasil tangkap ikan mengurang sedangkan itu sumber penghasilan nelayan yang bisa diandalkan, dan sawah nelayan cuman laut, maka dari itu, saya selaku masyarakat nelayan mohon di pertimbangkan keputusan larangan alat tangkap sondong dan dogol”, kata Yunus masyarakat nelayan.

Kapolsek Labuhan Maringgai mengatakan “terkait pelarangan alat tangkap dogol dan sondong dikarenakan sudah jadi ketetapan kementrian yang sudah disahkan negara, makanya masyarakat harus tahu, mana alat tangkap yang di larang oleh pemerintah makanya diadakan musyawarah seperti ini biar ada solusi dan jalan keluarnya biar masyarakat nelayan jadi tahu” tegasnya. (Erwan)

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional