Wartapost.com

Merasa Diintimidasi, Forum Ketua RT/RW Jakarta Tolak Dukung Ahok

  • Reporter:
  • Minggu, 28 Agustus 2016 | 04:33
  • / 24 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 194 kali
Merasa Diintimidasi, Forum Ketua RT/RW Jakarta Tolak Dukung Ahok
Deklarasi Forum Ketua RT/RW Jakarta Menolak Ahok Maju Pilkada DKI 2017

Wartapost.com – Calon Gubernur DKI Jakarta (incumbent) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali mendapat penolakan dukungan. Setelah penolakan keras dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), kali ini ganti Forum Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW) se-Jakarta menyatakan penolakan atas dukungan terhadap pencalonan kembali Ahok pada Pilkada DKI 2017.

Hal ini disampaikan oleh Andi Pane selaku ketua Forum RT/RW. Andi menyampaikan bahwa pihaknya merasa pernah mendapat intimidasi dari Ahok berupa pemecatan kepada RT/RW yang tidak mau menggunakan aplikasi Qlue.

Qlue merupakan aplikasi yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai upaya percepatan pelayanan kepada penduduk. Dengan adanya aplikasi ini, Pemprov DKI berharap setiap ada keluhan atau permasalahan di penduduk cepat sampai ke pemerintah pusat sehingga penanganannya pun lebih cepat.

Sayangnya banyak ketua RT/RW yang menolak prosedur dari Pemprov itu, karena alasan terlalu rumit.

Andi menuding Ahok sebagai gubernur mengancam ketua RT/RW yang tidak menggunakai aplikasi Qlue. Intimindiasi ini mnurut Andi, disampaikan melalui komando atau perintah di grup WhatsApp lurah untuk memcat ketua RT/RW yang tidak menggunakan Qlue. Hal itu disampaikan Andi pada satu diskusi politik bertema “Lawan dan Kalahkan Ahok” di Resto Pempek, Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/8/2016).

Menurut Andi, Ahok sebagai gubernur tidak berhak memecat ketua RT/RW, karena mereka dipilih atas musyawarah atau pemungutan suara masyarakat setempat lengkap dengan bukti, catatan, laporan dan saksi. Jadi yang berhak memecat ketua RT/RW adalah masyarakat setempat. Oleh sebab itu, mereka merasa harus melawan intimidasi tersebut.

Untuk melakukan perlawanan, Forum ketua RT/RW berusaha untuk mengumpulkan 3 juta KTP untuk penolakan pencalona Ahok sebagai Gubernur DKI di Pilkada mendatang. Menurut Andi, pihaknya juga telah mendapat simpati dari 132 kelurahan di Jakarta atau sekitar 47 persen dari seluruh kelurahan DKI yang berjumlah 267.

Kesulitan forum ketua RT/RW untuk melakukan pendekatan ke seluruh kelurahan DKI terkendala pada sulitnya masuk di wilayah elite Jakarta. Andi mengatakan bahwa kelurahan yang sudah didekati merupakan kawasan pada penduduk. Masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas masih sulit untuk dijangkau.

 

Tidak hanya perlakuan intimidasi, forum ketua RT/RW juga mengatakan pihaknya tidak setuju dengan sikap Ahok yang arogan, kerap melakukan penggusuran tanpa musyawarah dan dinilai kerap menyengsarakan rakyat miskin. Mereka berharap Jakarta dipimpin oleh pemimpin yang prorakyat, untuk itu para ketua RT/RW juga telah bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat guna mendapat dukungan moral.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional