Wartapost.com

Perhatian: Situs Cek Nomor KTP Adalah Palsu

  • Reporter:
  • Minggu, 28 Agustus 2016 | 08:51
  • / 24 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 159 kali
Perhatian: Situs Cek Nomor KTP Adalah Palsu
Kemendagri tidak memberikan layanan terkait e-KTP secara online.

Wartapost.com – Himbauan dari Kementerian Dalam Negeri kepada seluruh warga untuk tidak memasukkan NIK KTP pada situs https://ektp.cektkp.com/. Kemendagri mengatakan bahwa situs tersebut bukanlah situs resmi dari pemerintah dan hanya memanfaatkan tingginya traffic pengunjung untuk mendapatkan uang.

Situs tersebut memang terbukti telah mendapatkan kenaikan trafik setelah pesan siaran lewat WhatsApp dan BlackBerry Messenger beredar di kalangan masyarakat. Pesan tersebut meminta warga untuk memasukkan NIK KTP guna memudahkan pengurusan administrasi bank, BPJS, SIM dan lain-lain di kedepannya. Tetapi, pesan itu bukan dari pemerintah melainkan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan tertentu.

Pesan siaran palsu itu bertuliskan:

“Untuk perhatian, Mendagri meminta masyarakat segera mengurus rekam E-KTP, karena akan tutup 30  September, bagi yang belum terdata E-KTP, data yang lama semua akan dihapus, sehingga nanti akan susah dalam pengurusan bank, bpjs, sim/stnk dll, tolong di share ke teman-teman lain yang belum tahu. Silahkan cek KTP anda di https://ektp.cektkp.com/ apakah sudah terdaftar.”

Zudan Arif Fakhrullah selaku Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil mengatakan situs itu bukan dibuat atau dikembangkan oleh Kemendagri. Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengunjungi situs tersebut atau memasukkan NIK KTP untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Data tersebut bukan bersumber dari Dukcapil. Kami tidak pernah membuka data penduduk agar bisa diakses oleh public, karena hal tersebut rawan penyalahgunaan. Jika itu buatan pemerintah maka nama domainnya buka .com melainkan .go.id,” jelas Zudan, Sabtu (27/8/2016).

Beredarnya pesan itu memang bersamaan dengan ajakan Kemendagri kepada warga untuk membuat e-KTP, sebab itulah banyak warga yang terkecoh hingga memasukkan nomor KTPnya di situs tersebut. Kemendagri dalam pembuatan e-KTP hanya meminta kepada warga untuk memeriksa, datang atau membuat e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di daerah mana saja. Sampai saat ini, Kemendagri tidak menyediakan fasilitas pembuatan e-KTP melalui internet atau website.

Jika dilihat lebih jeli, situs https://ektp.cektkp.com/  jelas diakhiri dengan domain .com yang berarti commercial. Dalam hal ini siapapun bisa membuat situs semacam ini dengan hanya biaya Rp 150.000 karena memang terbuka untuk umum. Jika situs tersebut resmi dari seharusnya menggunakan domain .go.id yang merupakan domain resmi milik pemerintah Indonesia.

Salas seorang teknisi bidang IT, Alfons Tanujaya yang juga merupakan CEO perusahaan keamanan siber Vaksincom mengatakan bahwa pembuat situs itu berusaha melakukan penipuan dengan menggiring warga untuk mengunjungi situs tersebut. Hal itu terbukti dengan adanya kolom iklan pada situs tersebut yang berarti jika semakin banyak pengunjung maka pembuat akan semakin mendapat uang dari iklan digital.

Alfons dan perusahaannya saat sedang mencari tahu apakan situs https://ektp.cektkp.com/  benar-benar memiliki data valid kependudukan atau tidak. Jika tidak maka ada dua kemungkinan alasan pembuatan situs ini.

Yang pertama adalah alasan finansial yaitu pembuat situs ingin mendapatka uang dari iklan digital dengan menarik pengunjung sebanyak-banyaknya dan yang kedua adalah alasan penyalahgunaan data. Pemiliki situs itu berpotensi mencuri data KTP yang telah dimasukkan warga dengan motif yang belum diketahui.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Oleh sebab itu, Alfons mentakan agar warga tidak memasukkan data KTP mereka ke situs tersebut karena antisipasi penyalahgunaan data.

 

Mengenai munculnya situs ini, Kemendagri saat ini tengah bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menutup atau memblokir dan melakukan penyelidikan atas situs palsu tersebut.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional