Wartapost.com

Dua Pekan Jelang Idul Adha, Sapi Lokal Lebih Diminati

  • Reporter:
  • Minggu, 28 Agustus 2016 | 12:44
  • / 24 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 124 kali
Dua Pekan Jelang Idul Adha, Sapi Lokal Lebih Diminati
Ilustrasi | Sapi Kurban

Wartapost.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, dua pekan menjelang hari raya Idul Adha, pedangang hewan kurban mulai banyak ditemukan di pinggiran jalan Jakarta. Harga sapi yang dijual pun beragam, ada yang paling murah yaitu Rp 14 juta untuk Sapi dengan berat 250 kg ada juga yang dihargai hingga ratusan juta untuk Sapi dengan berat diatas 1 ton.

Sedangkan untuk jenis sapi yang dijual, para pedagang lebih menyukai sapi lokal daripada sapi impor. Hal ini disampaikan oleh Sugiharto, salah satu pedagang di pusat penjualan hewan kurban Bina Insan Kamil (BIK) di Matraman, Jakarta Pusat.

Ada beberapa alasan mengapa pedagang lebih suka sapi lokal dibanding sapi impor. Menurut Sugiharto beberapa keunggulan sapi lokal adalah mudah dipotong, ketika di kandang pun lebih tenang karena sudah biasa diikat selama dipelihara. Sedangkan sapi impor memiliki karakternya lebih liar. Untuk itu, para pedagang pun harus menyiapkan kandang khusus, tidak seperti sapi lokal yang cukup dengan kandang bambu. Karena mudah dipotong, sapi lokal menjadi banyak diminati oleh pembeli.

Selain perawatan yang cukup susah, karena memiliki karakter lebih liar, dalam pemotongannya pun dibutuhkan alat khusus seperti yang ada di rumah potong hewan (RPH). Sapi impor juga tidak banyak peminat untuk dijadikan hewan kurban.

“Alasannya karena itu saja, lebih mudah dipotong, dagingnya sama saja lokal dengan sapi BX (brahman cross/impor). Orang masjid suruh potong sapi BX kelabakan dia. Orang tahu mana yang impor, mana yang bukan, pada nggak mau beli impor, repot,” ucap Sugiaharto via Detik.

Mengenai harga, sapi yang dijual peternak lokal dengan sapi BX sebenarnya tidak jauh beda.

Sugiharto yang telah menjual sapi selama 11 tahun menjelaskan harga sapi BX yang dijual feedloter memiliki harga yang cenderung naik turun. Ia menuturkan bahwa harga sapi impor dihitung perkilo, ia memperkirakan Rp 45.000/kilo gram bobot hidup. Harga itu tidak jauh beda dengan perhitungan sapi lokal. Yang membedakan denga sapi lokal, hanya proses pemotongan sapi impor lebih susah. Pasalnya, sapi diimpor dari Australia dan di tempat asalnya, mereka dilepas liar di lapangan. Sedangkan sapi lokal memang sudah biasa diikat sejak dalam peternakan.

Sugiharto juga menjelaskan bahwa sapi yang dijualnya berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Ia membeli langsung dari peternak sapi.

“Belinya kebanyakan dari Jawa Tengah seperti Brebes, Pati, Purworejo, dan Banjarnegara. Kita beli cash dari peternak, atau biasanya kita juga kasij kepada peternak bibit sapi, mereka yang merawatnya lalu dijual ke kita,” jelas Sugiharto.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


 

Lebih detailnya, Sugiharto menyebutkan harga sapi Bali yang ia jual. Untuk sapi dengan berat 500 kg dijual dengan harga Rp 29 juta, berat 400 kg dijual dengan harga Rp 23 juta, berat 350 kg dijual dengan Rp 20 juta, dan yang paling murah untuk sapi Bali ia jual dengan harga Rp 14,7 juta untuk berat 250 kg.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional