Wartapost.com

Dilema Megawati di Antara Konflik Kepentingan Pilkada Jakarta

  • Reporter:
  • Selasa, 30 Agustus 2016 | 00:39
  • / 26 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 197 kali
Dilema Megawati di Antara Konflik Kepentingan Pilkada Jakarta
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri

Wartapost.com – Satu hal yang saat ini masih ditunggu oleh publik Jakarta terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada 2017), yaitu siapakah calon yang akan didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Seperti yang diketahui, saat ini PDI Perjuangan merupakan partai pemiliki kursi terbanyak di DPRD Jakarta namun melalui ketua umumnya Megawati Soekarnoputri belum memberikan sikap dalam memilih siapa calon yang akan dimajukan.

Disaat banyak nama yang muncul di dalam internal partai, kedua belah pihak pendukung petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan pendukung Walikota Surabaya sekaligus kader internal PDI Perjuangan, telah melakukan berbagai macam maneuver dan gerakan.

Beberapa konflik kepentingan pun semakin terlihat sejalan dengan semakin dekatnya pendaftara calon gubernur dan wail gubernur melalui jalur partai pada 19-21 September 2016. Hingga saat ini sudah ada setidaknya tiga partao yang telah menegaskan pilihan mereka.

Mereka yang menolak dengan tegas pencalonan Ahok adalah para petinggi Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Demokrat. Ketiga partai itu bahkan menggarisbawahi tegasnya penolakan. Hal ini serupa dengan yang dikatakan oleh Daniel Johan, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PKB. Menurutnya, pertimbangan utama PKB tidak mendukung Ahok karena semakin banyaknya basis-basis masa yang dengan keras menolak Ahok.

Hanafi Rais selaku Wakil Ketua Umum PAN menganggap bahwa gagasan yang dikeluarkan oleh Ahok selama menjabat gubernur DKI tidak bermutu jika disandikngkan dengan calon yang diusulkan PAN yaitu Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Menurut putra mantan ketua MPR itu, saat ini Jakarta membutuhkan figure pemimpin yang tidak zalim serta lebih ramah kepada masyarakat. Sebab itu, melalui partainya ia berharap Megawati selaku pemegang kekuasaa penuh PDI P mau memberikan dukungan kepada calon yang diusulkan PAN yaitu Risma.

Serupa dengan dua partai sebelumnya, Partai Demokrat melalui elitnya, Syarief Hasan mengatakan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat telah memberikan arahan kepada kader partainya untuk tidak mendukung Ahok. SBY beralasan menginginkan pemimpin yang lebih baik untuk Ibu Kota.

Tidak hanya pada tataran elite partai. Pada tingkat bawah pun baik gerakan perlawanan maupun dukungan kepada Ahok semakin menjamur dan saling timpang tindih. Beberapa waktu lalu bahkan beberapa tokoh, politisi dan akademisi telah bergabung dalam sebuah gerakan yang menamai dirinya Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK).

Gerakan tersebut dengan tegas menolak Ahok untuk maju Pilkada 2017. Mereka bahkan telah menulis surat terbuka untuk Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri agar partainya tidak mengusung Ahok. JRMK seakan mengingatkan kepada PDI Perjuangan bahwa partai berlambang banteng itu adalah partai yang pro terhadap kepentingan wong cilik dan tidak mungkin mengusung Ahok yang menurut mereka telah menindas rakyat kecil.

Pada saat yang sama, massa pendukung Ahok pun tidak ketinggalan dengan gerakannay. Mereka mendirikan sebuah posko kemenangan untuk Ahok yang mereka namakan Rumah Lembang. Berlokasi di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, posko itu merupakan posko percontohan untuk posko-posko lain pendukung Ahok seluruh Jakarta. Bukan hanya itu, dukungan terhadap Ahok pun terus mengalir dari massa yang mendeklarasikan diri sebagai Relawan Ahok-Djarot beberapa waktu lalu di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ramainya arus tarik-menarik pertarungan di tingkat elite maupu massa juga terjadi di dalam internal PDI Perjuangan. Sebagian kader menginginkan agar Megawati tidak mengusung Ahok maju Pilkada Jakarta dan sebagian lagi ingin Megawati untuk mendukung Ahok sebagai calon gubernur.

 

Kepada siapa Megawati menjatuhkan dukungan memang belum bisa diprediksi mengingat tarik menarik kepentingan semakin kuat. Namun, Ahok sendiri telah memberikan pernyataan bahwa dirinya telah mendapatkan restu Megawati untuk maju di Pilkada mendatang. Di sisi lain, Risma yang digadang menjadi penantang terkuat Ahok pun belum memberikan kepastian akan maju ke Jakarta atau tidak. Pasalnya, masih banyak orang yang berharap ia tidak meninggalkan Surabaya. Kita tuggu saja, bagaimana manuver politik PDI Perjuangan di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional