Wartapost.com

Cari Aman, Jokowi Tunjuk BG Sebagai Kepala BIN

  • Reporter:
  • Sabtu, 3 September 2016 | 08:02
  • / 30 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 139 kali
Cari Aman, Jokowi Tunjuk BG Sebagai Kepala BIN
Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan

Wartapost.com – Nama Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan (BG) kembali menjadi pusat perhatian publik. Setelah beberapa waktu lalu ia terlibat konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri. Bahkan dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi kasus gratifikasi oleh KPK. Jumat (2/9) lalu, nama Budi Gunawan justru dibawa oleh Presiden Jokowi kepada DPR untuk diajukan sebagai kepala Badan Intelejen Negara (BIN) menggantikan Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso.

Menurut Hifdzil Alim, Peneliti dari Pusat Kajian Anti-Korupsi (Pukat) UGM, pemilihan BG sebagai kepala BIN adalah langkah yang kurang tepat. Menurutnya, selain track record yang sempat ‘merah’, BG dinilai tidak memiliki kompetensi yang cukup sebagai kepala BIN.

Seperti yang diberitakan Tempo.co pada 2 September 2016, Hifdzil mengatakan,”Meskipun pernah menjabat Kapolda Bali dan menjadi  Wakapolri (Wakil Kepala Kepolisian RI), kompetensinya sebagai Kepala BIN tidak pada posisinya.”

Lebih lanjut, Hifdzil menganggap keputusan yang diambil Presiden Jokowi ini menunjukan bahwa presiden ingin bermain aman dengan mengajukan BG sebagai Kepala BIN. Presiden Jokowi terlihat ingin mengamankan BG dari berbagai catatan merah yang dimilikinya terutama perihal konfilk antara KPK dan Polri. Selain itu, karir kepolisian BG juga telah usai.

Keputusan Presiden Jokowi untuk mengangkat BG sebagai Kepala BIN merupakan sebuan blunder menurut Hifdzil. Dalam hal ini, BIN merupakan badan pembantu presiden yang berfungsi preventif dan informative dalam memberikan berbagai informasi penting.

“Seharusnya, orang yang ditempatkan adalah orang yang lebih memiliki kompetensi dalam bidang intelejen sehingga tidak terkesan Presiden hanya bagi-bagi kursi.” Kata Hifdzil.

Mengenai siapa yang cocok untuk menjadi Kepala BIN menggantikan Sutiyoso, Hifdzil mengatakan menganggap mereka yang mempunyai pengalaman dan karir yag jelas dalam lembaga intelejen. Ia menyarankan pengganti Sutiyoso lebih baik diambil dari pejabat BIN yang sudah ada.

“Paling tidak ia sudah pernah ditempatkan dalam bidang intelejen, baik Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Mabes Polri. Saya rasa Presiden punya banyak nama, asal jangan BG,” tegas Hifdzil.

Sebelum diajukan sebagai Kepala BIN, Budi Gunawan pernah masuk bursa pemilihan calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Badrotin Haiti. Sayangnya, Presiden Jokowi justru memilih Komjen Tito Karnavian sebagai Kapolri yang kala itu menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Pada 9 Januari 2015, nama Budi Gunawan juga sempat diajukan oleh Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Sutarman. Namun, namanya justru terkait dengan kasus ‘rekening gendut’ sehingga ia tidak diangkat menjadi Kapolri padahal ia telah lolos uji kelayakan dan kepatutan di Komisi Hukum DPR RI.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Saat itu, Budi Gunawan telah ditunjuk KPK sebagai tersangka korupsi kasus gratifikasi. Hal tersebut pun sempat membuat ketegangan antara dua lembaga keamanan nasional, KPK dan Polri. Akibatnya beberapa pimpinan KPK pun terjerat.

 

Nama Budi Gunawn akhirnya ‘diselamatkan’ oleh Tim Sembilan bentukan Jokowi untuk meredakan konflik itu. Status tersangka BG pun dianulir sebab adanya sidang praperadilan di kemudian hari. Walaupun sudah tidak tersangka, BG pun tidak jadi diangkat sebagai Kapolri oleh Presiden Jokowi.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional