Wartapost.com

20 Tahun Bisnis Mie Aceh, Mantan Dosen Raup Omzet Rp 90 Juta/Bulan

  • Reporter:
  • Sabtu, 3 September 2016 | 08:49
  • / 30 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 154 kali
20 Tahun Bisnis Mie Aceh, Mantan Dosen Raup Omzet Rp 90 Juta/Bulan
Outlet Mie Aceh Seulawah Daerah Kemang, Jalan bangka Raya no 3A

Wartapost.com – Siapa yang tekun dan ulet dalam berbisnis pasti sukses. Hal itulah yang terjadi pada perempuan yang pernah mengajar di salah satu Universitas Negeri di Depok, Hj. Ratna Dwikora, SH. Perempuan asal Aceh ini sukses menjalankan bisnis kulinernya yang ia beri nama “Mi Aceh Seulawah”.

Karena suka makan dan lahir di Aceh, Ratna lalu mencoba menjadikannya bisnis pada tahun 1996 di daerah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Nama “Seulawah” diambil Ratna dari bahasa Aceh yang memiliki padanan kata “Gunung Emas”. Dengan nama ini, Ratna berharap bisnisnya nanti dapat berhasil dan sukses hingga menghasilkan emas.

Seperti yang diberitakan detikFinance (2/9), Ahmad Fauzi selaku Manajer Marketing mengatakan, “Dulu Mie Aceh ini dibuat oleh ibu (Ratna) karena beliau memang hobi kuliner, dan ibu mencoba peruntungan dengan membuka bisnis ini tahun 1996 di daerah Benhil.”

Fauzi juga menceritakan perkembangan bisnis ini dari awal hingga saat ini. Ia mengatakan Ratna memulai binis ini pada tahun 1996 hanya dengan modal sebesar Rp 4 juta. Sampai saat ini, Mia Aceh Seulawah milik Ratna telah tersebar melaui 7 outlet di sekitaran Jakarta.

Hingga saat ini setelah 20 tahun berdiri, Fauzi mengaku dalam sehari bisnis ini mampu meraup omzet minimal sebesar Rp 3 juta atau dalam sebulan bisnis ini mampu mengumpulkan omzet sebesar Rp 90 juta bahkan sering lebih dari itu.

Tidak Cuma menceritakan perjalanan bisnis ini, Fauzi juga menjelaskan bahwa bisnis milik Ratna ini juga menggunakan system franchise. Ia menyebutkan siapa saja bisa bergabung dengan “Mie Aceh Seulawah” hanya dengan modal Rp 350 juta. Dari modal itu, omzet perhari yang akan di dapat dijamin lebih dari Rp 3 juta.

Investor pun tidak usah pusing untuk mencari tempat atau melengkapi berbagai kebutuhan, karena dengan modal Rp 350 juta investor sudah mendapat fasilitas tempat dan berbagai peralatan.

“Dengan modal Rp 350 Juta, konsumen nggak usah pusing-pusing mikirin tempat dan peralatan masak, karena itu sudah satu paket,” jelas Fauzi.

Alasan Fauzi berani menjamin omzet minimal Rp 3 juta dalam sehari untuk investor, tidak lain karena Mie Aceh Seulawah telah dikenal oleh masyarakat luas. Jika ada investor yang tidak mendapat target Rp 3 juta dalam sehari, Fauzi mengatakan akan memberikan kelas khusus untuk outlet itu sehingga omzetnya mampu naik sesuai dengan target setiap harinya.

Untuk turut serta menjadi investor dalam bisnis ini pun menurut Fauzi cukup mudah. Investor cukup datang ke kantor pusat Mie Aceh Seulawah di daerah Benhil kemudian mengikuti beberapa presentasi untuk menjalankan bisnis dengan omzet minimal Rp 3 juta perhari. Setelah itu, investor akan diajak untuk melakukan survey ke tempat yang akan dijadikan outlet, jika setuju bisa langsung tanda tangan kontrak.

Sedangkan untuk bunga yang akan didapat investor dengan modal Rp 350 juta adalah sebesar 5 persen dalam satu tahun. Sedangkan untuk kontrak pertama investor adalah selama lima tahun.

 

Untuk informasi lebih detail, saat ini Mie Aceh Seulawah tengah mengikuti Pameran Franchise & License Expo Indonesia 2016 yang telah dimulai pada 2 September kemarin di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta. Selain Mie Ayam Seulawah, dalam acara ini juga dipamerkan banyak usaha waralaba mulai dari makanan, property, ritel dan lain-lain.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional