Wartapost.com

Wayang Golek Cepot Dan Semar Hiasi Google Doodle

  • Reporter:
  • Sabtu, 3 September 2016 | 12:23
  • / 30 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 185 kali
Wayang Golek Cepot Dan Semar Hiasi Google Doodle
Google Doodle Peringati Ulang Tahun Maetro Dalang Wayang Golek Asep Sunandar

Wartapost.com – Ada yang menarik jika anda mengunjungi mesin pencari (search engine) Google pada hari ini, Sabtu, 03 September 2016. Anda akan menemukan tampilan wayang golek Cepot dan Semar yang sedang dimaikan oleh dalang.

Ini merupakan salah satu upaya Google Indonesia untuk melestarikan kesenian lokal. Bertepatan dengan hari ulang tahun maestro dalang wayang golek Ki Asep Sunandar Sunarya atau yang lebih dikenal dengan Asep Sunandar.

“Hari ini kami merayakan ulang tahun ke-61 Asep Sunandar. Salah satu maestro wayang golek terkenal di dunia,” kata Google seperti dikutip dari halaman Arsip Google Doodle, Sabtu (3/9/2016).

Pada tampilan Google Doodle, pengunjung disuguhkan sebuah tampilan animasi dua ikon wayang golek yaitu Cepot dan Semar. Keduanya sedang dimainkan oleh seorang dalang (Ki Asep Sunandar) yang cuma terlihat sebagian dari wajahnya yang mengenakan blankon. Selain itu, font tulisan ‘Google’ juga dirubah layaknya aksara Sunda dengan hisan ukiran yang indah.

Wayang secara umum telah diakui oleh Unesco sebagai warisan budaya dunia aseli Indonesia. Sedangkan wayang golek merupakan kesenian khas daerah Tanah Pasunda atau Sunda yang terbuat dari kayu yang dipahat. Salah satu orang yang masih konsisten dalam menjaga dan melestarikan wayang golek adalah Ki Asep Sunandar. Salah satu wayang golek yang menjadi ikon khas Ki Asep Sunandar adalah Cepot. Tokoh wayang jenaka berbaju hitam menggunakan ikat kepala dan berwajah merah.

Perjuangan Ki Asep Sunandar yang lahir di Bandung pada 3 September 1955 dalam melestarikan kesenian wayang golek telah menjadikannya meraih berbagai penghargaan baik tingkat lokal, provinsi, nasional hingga internasional.

Berkat dedikasi, kreatifitas dan inovasinya, Ki Asep Sunandar berhasil mengangkat derajat kesenian wayang golek yang semulanya dianggap kesenian kampungan oleh banyak orang. Saat ini wayang golek masih diteruskan dan dilestarikan di daerah Pasundan. Beberapa tokoh cipataan Ki Asep Sunandar seperti Cepot yang mampu bergerak manggut-manggut layaknya manusia, si Buta yang memuntahkan mie, Arjuna dengan panahnya dan Bima dengan gadanya beserta berbagai macam pakaiannya yang khas mampu membuat maysarakat saat ini menerima dengan baik kesenian wayang golek.

Mestro wayang golek ini sempat memiliki riwayat sakit jantung dan pernah berobat hingga Singapura. Hingga pada 31 Maret 2014, Ki Asep Sunandar dipanggil oleh sang pencipta dalam sebuah perjalanan menuju Rumah Sakit Al Ihsan, Bandung, usia 58 tahun.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


 

“Asep Sunandar menghibur penonton selama bertahun-tahun dengan penampilannya. Hari ini Google Doodle kami menampilkan Sunandar dengan dua wayang goleknya. Selamat ulang tahun Asep Sunandar,” kata Google Indonesia.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional