Wartapost.com

Ketika Menteri Pendidikan Muhadjir Bermain Ketoprak

  • Reporter:
  • Sabtu, 3 September 2016 | 13:19
  • / 30 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 186 kali
Ketika Menteri Pendidikan Muhadjir Bermain Ketoprak
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi Kenakan Kostum Dewa Brahma, Malang (2/9/2016)

Wartapost.com – Melihat seorang menteri mengenakan pakaian resmi dalam acara kenegaraan adalah satu hal yang biasa. Namun apakah jika seorang menteri mengenakan pakaian ala ketoprak masih dianggap biasa?

Adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi yang baru dilantik beberapa waktu lalu yang turut serta dalam perayaan Pekan Budaya Indonesia 2016 yang dihelat di Pendapa Kabupaten Malang, Jumat (2/9/2016) malam. Muhadjir tertantang untuk bermain ketoprak pada pembukaan acara tersebut.

Menteri yang sempat heboh dengan usulan full day school itu memerankan tokoh Dewa Brahma dalam sebuah pementasan ketoprak berjudul Babad Singhasari. Tidak hanya dalam pementasan, Muhadjir juga masih mengenakan kostum Dewa Brahma selama acara pembukaan dan saat melihat-lihat pameran kebudayaan di Taman Krida Budaya Malang.

Dewa Brahma merupakan salah satu dari tiga dewa tertinggi agama Hindu selain Dewa Wisnu dan Dewa Siwa. Dewa Brahma dikenal dengan dewa pencipta alam semesta yang memiliki empat wajah dan memegang gada. Mengenakan kostum Dewa Brahma, Muhadjir mengaku cukup merasa tersiksa. Sambil berjalan ia mengatakan, “Panas, Pak Gubernur Jawa Timur Soekarwo curang,” ucapnya sembari tertawa.

Muhadjir mengatakan bahwa acara Pekan Budaya Indonesia 2016 sangat tepat diadakan di Malang. Rencananya, acara semacam ini akan digelar di seluruh wilayah Indonesia. Tujuan dari acara seperti ini salah satunya adalah untuk mengenalkan kebudayaan dan kesenian tradisi kepada anak sejak dini. “Kita harus bangga dengan kebudayaan kita. Jadi generasi yang kuat dan tangguh,” ucapnya.

Di antara beberapa pejabat yang hadir hanya Soekarwo, Gubernur Jawa Timur yang tidak mengenakan pakaian ketoprak. Soekarwo justru mengenakan pakaian adat Jawa Timur yang berwarna hitam. Semua yang hadir dalam acara itu, mulai dari pejabat hingga masyarakat tampak menikmati tampilan-tampilan yang disajikan. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah tontonan ketoprak. Cerita pada ketoprak itu dimulai ketika Ken Arok bertemu dengan Ken Dedes dan Tunggul Ametung di waktu kecil.

Tak hanya Muhadjir, beberapa pejabat lain pun turut bermain dalam ketoprak itu. Tampil Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid sebagai Tunggul Ametung. Tidak ketinggalan, Bupati Malang Rendra Kresna dan Wali Kota Malang Mochamad Anton juga turut bermain dalam pementasan itu. Mengenai hal ini, Hilmar mengatakan, “Dari pinggiran merajut budaya nusantara.”

Hilmar juga menambahkan bahwa saat ini kegiatan seni dan budaya mulai banyak ditinggalkan, dipinggirkan dan dilupakan. Oleh sebab itu, dalam acara Pekan Budaya ini ditampilkan berbagai kesenian seperti pertunjukan tradisi, tari tradisional, pagelaran wayang, permainan anak, kuliner tradisional hingga seni visual jalanan. “Acara budaya sudah tak ada lagi di televise,” ucapnya.

 

Tidak hanya berbagai pertunjukan kesenian dan kebudayaan, dalam  acara ini juga diadakan pemutaran film, workshop komik serta melukis model. Dipamerkan pula jalur rempah masa lalu. Hal itu bertujuan untuk mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia dijajah sebab rempah-rempahnya. Selain itu, beberapa benda purbakala juga dipamerkan dalam acara ini.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional