Wartapost.com

Arcandra Jadi WNI, Apakah Kembali Jadi Menteri?

  • Reporter:
  • Rabu, 7 September 2016 | 05:59
  • / 4 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 152 kali
Arcandra Jadi WNI, Apakah Kembali Jadi Menteri?
Arcandra Tahar

Wartapost.com – Arcandra Tahar, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tengah diusahakan status kewarganegaraan Indonesia-nya oleh pemerintah. Apakah hal ini mengindikasikan bahwa ia akan ditunjuk kembali sebagai Menteri ESDM?

Nampaknya pemerintah tidak tinggal diam atas kasus ‘kecolongan’ status kewarganegaraan Arcandra Tahar saat menjabat Menteri ESDM. Untuk itu, pemerintah saat ini tengah berupaya mengembalikan status Arcandra sebagai warga negara Indonesia. Salah satu upayanya adalah seperti yang dilakukan oleh Menteri Hukum dan Kemanan Yasonna Laoly. Sejak Agustus bulan lalu, ia tengah aktif berkonsultasi dengan Komisi III DPR.

Yassona menjelaskan bahwa permasalahan status kewarganegaraan Arcandra Tahar cukup rumit. Pada awalnya, Menhkham mengkaji permasalah Arcandra terkait pencabutan status kewarganegaraan Indonesia-nya. Namun, setelah dikaji lebih dalam ditemukan permasalah baru yang mengatakan bahwa status Arcandra sebagai warga negara Amerika pun sudah dicabut. Untuk itu, Menhukham melakukan kajian ulang terhadap kasus ini.

“Saat kita proses untuk menerbitka SK (pencabutan sebagai WNI) itu, kita temukan fakta baru, dia (Arcandra Tahar) sudah kehilangan status kewarganegaraan Amerika. Kita mengelami kesulitan, karena azaz dalam UU kewarganegaraan kita itu tidak boleh dwi kewarganegaraan dan tidak bole tanpa kewarganegaraan (stateless),” Ucapa Yassona saat ditemui awak media di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Sementara itu, ada pula undang-undang yang menyebutkan bahwa pejabat yang mencabut status kewarganegaraan seseorang hingga menjadikan stateless akan mendapatkan sanksi. Untuk itu, Yassona berupaya untuk mengembalikan status WNI Arcandra agar tidak kena sanksi.

“Jangan sampai stateless dialah (Arcandra). Tetapkan saja sebagai WNI. Kalau di raker itu saya sebelumnya sudah konsultasi informal dalam bentuk konsultasu, karena ini sudah menjadi topic public,” ucap Yassona.

Atas upaya pemerintah untuk mengembalikan status warga negara Indonesia Arcandra, Komisi III DPR pun menyambut dengan baik niatan Menhukham. Bahkan, Bambang Soesatyo selaku Ketua Komisi III DPR pun turut urun saran atas hal ini.

Kepada beberapa wartawan, Bamabang Soesatyo mengatakan (7/9/2016), “DPR mempersilahkan Pemerintah untuk mengambil langkag tanpa ada aturan perundang-undangan yang dilanggar. DPR menyambut baik dan akan segera memproses permohonan kewarganegaraan Arcandra kalau Presiden atas nama pemerintah jadi mengajukannya ke DPR untuk pertimbangan.”

Untuk mengembalikan status kewarganegaraan Indonesia Arcandra, Pemerintah akan menggunakan Undang-Undang Kewarganegaraan dan PP Nomor 2 tahun 2007.

Lebih jauh Bambang menjelaskan bahwa saat pemerintah berencana menggunakan mekanisme peneguhan terhadap status kewarganegaraan Arcandra. Menurutnya, pemerintah akan mengandalkan undang-undang peraturan non-stateless atau tidak adanya pengakuan atas Apartid atau tanpa kewarganegaraan sesuai dengan Pasal 23 dan 32-35 UU 12/2006 tentang kewarganegaraan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomro 2 Tahun 2007 yang memiliki perbedaan proses tanpa melibatkan DPR. Hal tersebut merupakan wewenag Pemerintah dan tidak ada masalah terkait hal itu.

Disisi lain, Presiden yang memiliki hak preogatif untuk memilih dan menujuk menteri pun belum memberikan keputusan terkait siapa pengganti Arcandra di Kementerian ESDM. Sementara ini, posisi Menteri ESDM masih dipegang oleh Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Hal ini disampaikan oleh Johan Budi selaku Juru Bicara (Jubir) Presiden Joko Widodo pada Kamis (1/9/2016).

 

Melihat dari besarnya upaya pemerintah untuk mengembalikan status WNI Arcandra Tahar, apakah kursi Menteri ESDM akan kembali diserahkan kepadanya? 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional