Wartapost.com

Potensial, Pemerintah Genjot Ekspor Furnitur Ke Rusia

  • Reporter:
  • Rabu, 7 September 2016 | 07:03
  • / 4 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 117 kali
Potensial, Pemerintah Genjot Ekspor Furnitur Ke Rusia
Ilustrasi | Pengusaha Furnitur Indonesia

Wartapost.com – Pemerintah berharap penjualan produk-produk furniture dan barang antik asal Indonesia meningkat dengan market place kebutuhan hotel dan restoran di negara itu.

Hingga saat ini, nilai penjualan funitur Indonesia di Rusia telah mencapai US$23 juta.

Untuk peningkatan itu, beberapa upaya dikerjakan pemerintah. Seperti yang dilakukan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Belarus, Wahid Supriyadi waktu membuka Indonesian House di kota paling timur Rusia, Vladivostok pada 2 September lalu.

Pembukaan Indonesian House dilakukan Wahid berbarengan dengan perhelatan forum ekonomi terbesar kedua di Rusia, “Eastren Economic Forum”.

Sebelumnya, hal semacam ini juga pernah dilakukan oleh Dubes Djauhari Oratmangun pada tahun 2015 di Vladivostok.

Pada pembukaan Indonesian House pertama pada tahun lalu, pemerintah fokus terhadap pengenalan dan penjualan berbagai macam produk kopi dalam negeri. Sedangkan pada pembukaan kedua bulan ini, pemerintah menfokuskan penjulaan dan pengenalan produk furniture, barang-barang antik dan berbagai kebutuhan hotel dan restoran.

Tidak hanya sekedar memamerkan berbagai macam produk asal Indonesia, Duta Besar Wahid juga melakukan diskusi kepada lebih dari 20 pengusaha di Rusia baik yang sudah melakukan bisnis dengan Indonesia maupun yang hanya tertarik saja.

Dubes Wahid sangat memberikan apresiasi kepada pengusaha-penguasaha di Vladivostok atas ketertarikan mereka dengan produk-produk Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat membuka acara tersebut.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (6/9/2016). “Momentumnya (Indonesian House) sangat tepat. Minat pengusaha di kedua negara sangat tinggi, pasca kedatangan Presiden Jokowi ke Rusia pada Mei lalu. Hal ini terbukti dengan kesuksesan Festival Indonesia yang dihelat pada 20-21 Agustus lalu.”

Dubes Wahid juga mengungkapkan bahwa perdagangan Indonesia-Rusia mengalami peningkatan sebesar 17% pada kuartal pertama. Selain itu, kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2016 meningkat sebesar 17,5%. Hal ini merupakan suatu capaian yang baik mengingat kondisi perdangangan dunia sedang melemah.

Disisi lain, Presiden Rusia, Valdimir Putin juga sedang mengupayakan Valdivostok untuk menjadi pintu perdanganan Rusia denga beberapa negara di Asia Pasifik.

Perhelatan Indonesia House sebenarnya diprakarsai oleh salah satu pengusaha Rusia, Olga G. Bagryantseva pada 2015 lalu. Ia telah melakukan impor berbagai barang dan furniture antic dengan nilai US$23 juta.

Bahkan untuk membuktikan besarnya minat furniture Indonesia di Rusia, Dubes Wahid bersama Minister Counsellor Pensosbud Darmawan Suparno, Minister Counsellor Ekonomi Kiki Thahjo Kusprabowo dan Atase Perdangangan Haryono Hari Prasetyo sempat melakukan ‘blusukan’ ke beberapa resoran papan atas bernama “Portcafe”. Dalam restoran tersebut mereka menemukan bahwa sebagian besar furniture dan perabotan di impor dari Indonesia.

Hal itu pun diperjelas oleh salah satu dari 3 pemilik restoran tersebut, Edward. Ia mengatakan bahwa ada sekitar 80% ornament tradisional dan perabotan didatangkan dari Indonesia.

 

Pada kunjungan tersebut, pemilik restoran pun sempat menayakan menu apa yang bisa mereka sajikan selain menu Eropa dan Asia yang mereka miliki kepada Dubes Wahid. Dubes Wahid pun lalu menjawab akan mendatangkan chef langsung dari Indonesua.   

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional