Wartapost.com

Tidak Mau Dicalonkan, Risma Curhat Kepada Megawati

  • Reporter:
  • Rabu, 7 September 2016 | 08:10
  • / 4 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 144 kali
Tidak Mau Dicalonkan, Risma Curhat Kepada Megawati
Walikota Surabaya Tri Rismaharini Menjadi Pemateri Sekolah Kader PDI-P, Selasa, 2 September 2016 di Wisma Kinasih, Tapos, Depok

Wartapost.com – Walikota Surabaya Tri Rimaharini akhirnya berbicara langsung di depan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri terkait keenggananya untuk dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017. Curhat Risma itu ia ucapakan di tengah memberikan materi di sekolah kader calon kepala daerah.

“Mohon izin, bu (Mega). Saya jangan dibawa (dicalonkan) ke Jakarta,” ucap Risma ketika menjadi peateri di sekolah partai yang dihelat PDI Perjuangan pada Selasa, 2 September 2016 di Wisma Kinasih, Tapos, Depok.

Perhelatan sekolah kader itu dilaksanakan PDI Perjuangan guna mempersiapkan kadernya untuk menghadapi Pilkada serempak tahun 2017. Pada kesempatan itu, Risma hadir bukan sebagai peserta melainkan menjadi pemateri bersama dengan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo.

Berhadapan langsung dengan Megawati Soekarnoputri, Risma mengungkapkan alasannya mengapa tidak ingin diajukan. Ia mnejelaskan bahwa dirinya kian dicintai oleh warganya, terutama anak-anak SD. Hal tersebut menjadi kekhawatiran utama bagi Risma jika harus meninggalkan Surabaya. “Nanti kalau dibawa ke Jakarta, mereka tidak semangat lagi,” ucapnya.

Mendengar curhatan Risma tadi, sontak membuat semua peserta yang hadir memberikan tepuk tangan. Sedangkan Megawati yang berada di barisan paling depan pun hanya tersenyum simpul.

Ada beberapa kepala daerah kader PDI Perjuangan yang hadir dalam acara itu. Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat dan Gubernur Banten Rano Karno yang merupakan kader PDI-P turut hadir sebagai peserta. Namun, petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang digadangan akan mendapat dukungan dari PDI-P justru tidak hadir dalam acara ini.

Semakin kuatnya dugaan PDI-P akan kembali mengusung pasangan Ahok-Djarot adalah ketika Bambang Dwi Hartono dicopot dari posisi Pelaksanan Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI-P DKI Jakarta. Seperti yang diketahui sebelumnya, Bambang sangat tidak setuju dan secara terang-terangan menolak Ahok untuk maju di Pilkada DKI 2017. Bambang bahkan sudah mengajak beberapa partai lain untuk membentuk Koalisi Kekeluargaan guna menantang Ahok. Saat ini jabatan Bambang diganti oleh Adi Wijaya yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara PDI P Jakarta.

Keberanian Risma untuk terang-terangan berbicara keengganannya ke Jakarta di depan Megawati mengindikisikan bahwa PDI-P belum memiliki keputusan pasti siapa calon yang akan diusung. Dalam beberap survey sebelumnya, nama Risma memang selalu membayangi Ahok. Bahkan dukungan terhadap Risma agar mau ke Jakarta pun sudah banyak dideklrasikan baik di Jakarta maupun Surabaya.

Mengenai dukunga PDI-P kepada Ahok, Eva Kusuma, anggota DPR kader PDI-P mengatakan bahwa Ahok akan mudah mendapat dukungan dari partainya jika ia mau mendaftar secara resmi menjadi kader partai.

Sementara Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Jenderal PDI-P mengungkapkan curhat Risma kepada Megawati itu tidak berarti PDI-P enggan mendukungnya maju. Ia mengatakan, Megawati selaku ketua umum partai selalu mendengarkan dengan bijak seluruh suara kadernya.

Hasto juga mengungkapkan bahwa PDI-P sedang menunggu momen yang tepat untuk mengumumkan siapa calon yang akan mereka usung pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Beberpa nama yang telah dipertimbangkan oleh partai adalah Ahok,Djarot, Boy Sadikin, Wali Kota Solo F.X. Rudy Hadiyatmo, Sandiaga Uno dan Yusril Ihza Mahendra.

“Kami masih dalam proses pertimbangan baik dan buruk dari setiap nama yang muncul. Masyarakat Jakarta diharapkan lebih bersabar,” ucap Hasto.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional