Wartapost.com

Catatan Kemenangan Timnas Senior Lawan Malaysia

  • Reporter:
  • Rabu, 7 September 2016 | 09:29
  • / 4 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 158 kali
Catatan Kemenangan Timnas Senior Lawan Malaysia
Timnas Senior Indonesia Menang 3-0 Lawan Malaysia, Selasa (6/9/2016) Stadion Manahan Solo

Wartapost.com – Malam tadi (6/9), Tim Nasional (timnas) Sepakbola Indonesia menang mudah melawan rival dari “tetangga sebelah” Malaysia. Bermain di Stadion Manahan, Solo, anak asuh Alfred Riedl mampu kalahkan Malaysia dengan skor 3-0. Walaupun hanya memiliki persiapan selama 48 jam, Andik Vermansah dkk mampu tampil impresif selama laga berlangsung.

Setelah mendapatkan sanksi dari FIFA, timnas senior Indonesia tidak pernah melakoni satu pun pertandingan selama setahun lebih. Disampaing itu, persiapan Cuma hari serta skuat tim yang hanya dipenuhi pemain muda yang memiliki sedikit pengalaman sempat membuat tim Garuda diragukan.

Namun, semua anggapan itu justru dijawab dengan manis oleh anak asuh Alfred Riedl yang mampu tampil agresif. Dalam waktu 21 menit, skuat Merah Putih sudah mampu mengoleksi 3 gol ke gawang Malaysia. Dua gol diciptakan oleh striker asal papua Boaz Salossa dan satu gol oleh pemain naturalisasi Irfan Bachdim.

Pelatih Alfred Riedl menggunakan strategi formasi klasik 4-4-2, namun justru mampu dengan baik menekan barisan pemain Malaysia. Riedl menempatkan duet Evan Dimas Darmono dan Bayu Pradana untuk mengatur serangan di lini tengah. Sedangkan Andik Vermansah dan Zulham Zamrun bekerja dengan baik di posisi sayap. Kerjasama yang apik membuat tim Malaysia kualahan di babak awal pertama.

Sebenarnya, pada awal babak pertama, barisan depan dan barisan tengah timnas Indonesia memiliki jarak yag cukup lebar. Untungnya, tim lawan tidak memanfaatkan kesalahan itu justru menciptakan kesalahan-kesalahan sendiri.

Hal itu terbukti dengan dua gol pertama oleh Boaz dan Bachdim. Keduanya berhasil menerobos barisan pertahanan Malaysia sebab kesalahan di lini tengah. Sementara gol kedua Boaz pada menit ke-21 adalah akibat dari kurang koordinasinya pemain belakang Malaysia dalam membuat jebakan offside.

Pada babak pertama, penampilan timnas Indonesia memang baik di semua lini. Walaupun baru pertama bertemu, Irfan dan Boaz mampu tampil maksimal. Di lini tengah Evan Dimas Damono tampil tenang dan dapat mendistribusikan bola dengan baik walaupun posisinya terlalu berjarak dengan lini depan.

Di lain pihak, saat ini Malaysia tengah mengalami krisis. Skuatnya dipenuhi dengan pemain muda yang minim pengalaman. Sedangkan lima pemain senior secara tiba-tiba megundurkan diri dari tim bulan lalu, termasuk andalan mereka sekaligus kapten tim, Safiq Rahim.

Penampilan memukau juga ditunjukan oleh duet barisan belakang tim Indonesia. Rudolof Yanto Basna dan Fachrudin Aryanto mampu bekerjasam apik sehingga menepis semua serangan Malaysia. Walaupun Yanto kerap melakukan kesalahan, Fachrudin tetap tampil tenang dan menghalau semua serangan lawan. Tidak berlebihan jika fachrudin merupakan salah satu bintang pada laga ini.

Berbeda ketika masuk babak kedua, keputusan Alfred Riedl mengeluarkan Boaz dan Zulham membuat penampilan skuat Garuda menjadi menurun. Riedl beralasan sebab keduanya sudah tampil maksimal di babak pertama dan ingin memberikan kesempatan debut bagi pemain-pemain lainnya.

Keluarnya dua pemain kunci itu, praktis formasi timnas Indonesia berubah menjadi  4-3-3. Di lini depan ada Lerby Eliandry, Evan Dimas dan Andik Vermansah. Sementara lini tengah dihuni oleh Bayu, Ichsan Kurniawan dan Isrsyad Maulana.

Dengan formasi itu, di babak kedua, timnas Indonesia justru sering mendapatkan tekanan dari Malaysia. Walaupun beberapa kali mendapat peluang, sayangnya peluang itu didapat bukan dari koordinasi dan kerjasama pemain yang bagus.

Di bawah mistar ‘Sang Garuda’, dipercaya sebagai penjaganya adalah Andritany Ardhiyasa, penjaga gawang asal Persija. Andritany tidak mendapatkan banyak ujian selama laga berlangsung. Ia hanya melakukan penyelamatan penting di akhir babak kedua ketika Dedi Gusmawan melakukan blunder.

Secara umum, penampilan timnas senior Indonesia dapat dibilang oke. Hal ini sangat pantas dikatakan mengingat persiapan mereka yang sangat singkat serta lamanya absen dalam laga internasional. Sayangnya, Alfred Riedl pada pertandingan ini tidak bisa leluasa memilih pemain. Ia hanya diberikan kesempatan memilih maksimal dua pemain dari satu klub Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016.

 

Kedepan, jika Alfred Riedl sudah memiliki kebebasan dalam memilih pemain serta memiliki jangka persiapan yang lebih lama dipastikan timnas Indonesia lebih mantap menghadapi Piala AFF 2016. 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional