Wartapost.com

Kerap Tayang di TV, Ternyata Film Warkop DKI Tanpa Royalti

  • Reporter:
  • Kamis, 8 September 2016 | 08:29
  • / 5 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 669 kali
Kerap Tayang di TV, Ternyata Film Warkop DKI Tanpa Royalti
Indrodjojo Kusumonegoro alias Indro Warkop DKI

Wartapost.com – Salah satu grup komedi legendaris Indonesia, Warkop DKI yang beranggotakan Dono, Kasino dan Indro hingga saat ini masih kerap kita saksikan di beberapa stasiun TV Swasta maupun nasional lewat film-filmnya. Walaupun saat ini grup hanya menyisakan Indro, kehadiran mereka masih cukup memberikan hiburan bagi masyarakat.

Kelompok lawak ini sangat produktif membuat film di era ’90-an dan tercatat film terakhir mereka Pencet Sana Pencet Sini pada 1994. Layaknya beberpa film lain produksi mereka yang bertajuk ‘nyentil’ seperti Gengsi Dong  dan Maju Kena Mundur Kena.

Setelah dua anggotanya wafat, Warkop DKI sudah tidak memproduksi film lagi. Walaupun begitu, ketiganya masih kerap menghibur masyarakat lewat tayangan film mereka di layar kaca.

Secara mengejutkan, ternyata pemutaran film-film karya Warkop DKI di TV saat ini tanpa royalty atau cuma-cuma. Hal itu diungkapkan oleh satu-satunya personil yang tersisa, Indro atau Indrodjojo Kusumonegoro.

Ia mengungkapkan bahwa pihak televisi tidak memberikan sepeser pun royalty. Namun, ia menjelaskan bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk kontrak produksi.

Indro menjelaskan bahwa dahulu stasiun televisi membeli film mereka dengan status beli-putus yang artinya pemain hanya mendapatkan bayaran sekali untuk penayangan berulang-ulang. Hal itu ia sampaikan saat ditemui awak media pasca pemutara pertama film ‘Warkop DKI Reborn’ di Jakarta.

Ia melanjutkan bahwa saat itu memang hanya ada satu stasiun televisi, yakni TVRI. Walaupun dibeli-putus, sebenarnya dalam kontrak perjanjian ada klausul yang menyebutkan pihak televisi harus meminta ijin kepada salah satu dari Dono, Kasino atau Indro.

Namun nyatanya, hingga saat ini bahka bukan hanya TVRI, beberapa stasiun TV swasta pun turut menayangkan film mereka tanpa memberikan royalty sepeser pun kepada Indro atau keluarga Dono dan Kasino.

Menyikapi hal ini, Indro tidak terlalu mengharapkannya. Setelah bertahun-tahun kontrak berlalu ia tidak ingin memperjuangkan royalty yang seharusnya bisa dimilikinya itu.

“Artinya begini, saya tidak ingin mengemis. Saya hanya ingin bangsa ini menghargai karya orang. Ke-dua, itu akan indah pada waktunya,” ujar Indro.

Walaupun Indro tidak menyebutkan berapa nominal kontrak yang dibeli oleh TVRI. Yang jelas semua catatan ada di produser film mereka terdahulu. Produk Warkop DKI saat ini pun sudah ada di beberapa stasiun televisi swasta.

Menurutnya, permasalahan ini hanya perkara moral saja. Ia tidak ingin mengurusnya secara hukum. Ia berpendapat, saat ini tidak ada yang bisa melawan hukum di tangan para kapitalis.

Indro lebih memilih untuk tidak mengurusi hal itu karena menurutnya hal tersebut hanya buang-buang waktu saja. Ia lebih memilih melakukan hal positif saja.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


“Royalti di TV dibiarkan saja, biarkan mereka semakin kaya, toh kita gak akan miskin. Positifnya, karya-karya itu dilestarikan, kita berpikir ke depan, yang lama-lama tidak usah dipikirkan lah,” tambahnya.

Terlepas dari semua urusan itu, saat ini Indro tengah berbahagia sebab sudah ada film baru Warkop DKI.  Walaupun tanpa kehadiran sahabatnya, Dono dan Kasino, Indro tetap bisa kembali berakting dengan Vino G.Bastian, Abimana Aryasatya dan Tora Sudiro yang ketiganya memerankan trio Warkop DKI.

 

Film yang dirilis hari ini (8/9) merupakan film baru Warkop DKI yang diproduksi oleh Falcon Pictures yang telah membeli hak lama penayangan Warkop DKI lama. Hadirnya film ini Indro berharap akan memberikan perubahan menjadi lebih baik.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional