Wartapost.com

Tuai Kontroversi, Film ‘Bilal’ Sukses Diputar di Negaranya

  • Reporter:
  • Jumat, 9 September 2016 | 17:57
  • / 6 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 381 kali
Tuai Kontroversi, Film ‘Bilal’ Sukses Diputar di Negaranya
Film Animasi Panjang Pertama UEA, "Bilal'

Wartapost.com – Uni Emirates Arab (UEA) berhasil melahirkan film animasi panjang pertamanya yang bertajuk ‘Bilal’. Diputar perdana di Dubai, Kamis (1/9) film ini sukses mencuri perhatian penikmat film di negaranya.

Film yang diproduksi oleh Barajoun Entertainment itu diisi suara oleh salah satu actor asal Inggris, Adewale Akinnuoye-Abage, pemeran Killer Croc di Suicide Squad. Kali ini ia didapuk sebagai pengisi suara utamanya, yakni Bilal.

‘Bilal’ telah mecuri perhatian para juri dan mendapat penghargaan dalam ajang Festival Film Canes, Mei lalu. Film ini memenangi penghargaan Best Inspiring Movie pada kategori film animasi.

Saat ini, seperti yang diberitakan oleh CNNIndonesia, Film karya Ayman Jamal sudah dinanti penayangannya di negara asalnya UEA.

‘Bilal’ juga telah mendapatkan apresiasi yang cukup baik pada saat diputar di ajang Festival Film Animasi Internasional Annecy. Film yang dijadwalkan untuk diputar sekali ini harus diputar empat kali sebab banyaknya permintaan.

Sutradara itu juga mengatakan bahwa banyak yang mengira film garapannya adalah berasal dari Perancis. Adalah satu hal yang mengejutkan bahwa film ini dibuat di UEA.

‘Bilal’ mengisahkan tentang perjalanan sahabat Nabi Muhammad bernama Bilal bin Rabah, budak kulit hitam pertama yang masuk agama Islam. Bilal merupakan orang pertama dalam sejarah Islam yang mengumandangkan adzan.

Kontroversi

Walaupun film ini telah mendapat banyak apresiasi dan penghargaan, film ini juga menuai kontroversi di Qatar. Beberapa pihak bahkan menolak penayangan film ini di Qatar.

Mereka yang menolak penayangan ‘Bilal’ ini menganggap bahwa film ini telah keluar dari konteks Islam. Namun, banyak pula yang mengatakan bahwa kontroversi ini memang sengaja dibuat agar menarik lebih banyak perhatian publik.

 Meskipun ditolak keras di Qatar, sebelumnya film ini justru sudah pernah diputar di Ajyal Film Festival Qatar.Saat itu tidak terjadi insiden apapun.

Salah satu protes terhadap film ini, seorang yang mengaku penyair di Qatar bernama Hamad Al Braidi membumikan tagar dalam bahasa Arab yang berarti #CekalBilal.

Ia mengatakan bahwa film ini tidak satu pun menyebut nama Muhammad. Mereka tidak terima dengan status Bilal yang dianggap turun dalam film ini.

Beberpa orang juga mendukung pendapat tersebut. Mereka menolak segala macam film yang menayangkan kisah tentang Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya.

Untuk mendapatkan pemahaman akan Islam, mereka berpendapat bahwa tidak perlu melihat film yang salah kaprah, namun cukup dengan membaca buku.

Diluar semua penolakan itu, ada pula yang tetap mendukung kehadiran film ini. Salah satu dukungan diutarakan oleh Saleh Alhwill. Ia mengatakan bagaimana menolak sebuah film jika belum melihat seutuhnya atau hanya dilihat dari cuplikan saja.

 

Sang produser menjelaskan bahwa film ini dibuat berdsarkan kisah nyata. Namun, ia juga sadar bahwa filmnya tidak meceritakan sejarah secra utuh karena takut melenceng dari sejarah agama Islam.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional