Wartapost.com

Riwayat Sang Legenda, The Beatles Rilis Dokumenter Resminya

  • Reporter:
  • Minggu, 11 September 2016 | 06:01
  • / 8 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 152 kali
Riwayat Sang Legenda, The Beatles Rilis Dokumenter Resminya
Paul McCartney, Salah satu personel The Beatles

Wartapost.com – Bagi para pecinta musik, pasti tidak asing dengan band legendaris asal Inggris, The Beatles. Band yang sangat fenomenal pada tahun 60-an itu telah menempati satu titik dalam perkembangan musik dunia. Beranggotakan empat orang; John Lennon, George Harrison, Paul McCartney dan Ringo Starr selama empat tahun masa jayanya telah mampu menggemparkan dunia kala itu dengan lagu Imagine.

Untuk itu, salah satu sutradara Hollywood, Ron Howard bekerjasama dengan beberapa pihak dan keluarga personel The Beatles, mengahadirkan satu dokumenter terbaru tentang band yang “lebih popular ketimbang Yesus” di puncak karir mereka. Film itu bertajuk “Eight Days a Week: The Touring Years”.

Materi utama dalam film dokumenter ini berasal dari sebuah video “harta karun” yang ditemukan Howard, berserta dengan materi dari Yoko Ono, istri mendiang John Lennon.

“Eight Days a Week: The Touring Years” merupakan documenter resmi pertama dari The Beatles sejak 50 tahun berlalu. Film ini meceritakan perjalanan Jonh Lennon dkk selama empat tahun dari Liverpoll 1962 melalui berbagai rangkaian tour yang melelahkan hingga perilisan album terakhirnya “Revolver”.

Kehadiran documenter ini dipastikan akan menjawab kerinduan para Beatlemania di seluruh dunia tentang bagaimana masa hidup para idolanya.

Beberapa bagian dalam documenter itu menceritakan bagaimana John Lennon saat diawancara tentang lagu ‘Help!’. Lennon menjelaskan “Itulah kenyataan. Saya menyanyi ‘Help’ dan itulah yang saya maksudkan.” Ucapnya seperti yang dilansir Antaranews.

“Tidak ada off-switch. Kamu bagaikan seorang politikus. Kamu harus siap 24 jam sehari…semua orang menginginkan sedikit dari kamu.” Tambah Lennon.

Ada pula bagian dari documenter ini yang meceritakan bagaimana riuh dan bisingnya jeritan histeris para penggemar. Sebagian wanita yang menonton konser mereka berubah menjadi freak show. Hal ini diucapkan oleh Ringgo Starr, penggebuk drum.

“Musiknya tidak terdengar,” ia tidak bisa mendengar apapun. Ia hanya melihat bokong Lennon dan Paul dari belakang untuk mengetahui lagu sudah sampai mana.

Sang gitaris George Harrison pun mengatakan, “Kami selalu merasa kasihan pada Elvis karena ia sendirian –bergelut dengan kesendirian- kami selalu berempat setidaknya kami bisa berbagi pengalaman ini.” Hal ini diungkapkan oleh Olivia, istri mendiang Goerge yang turut bekerjasama dalam proyek ini.

Paul MacCartney mengatakan dalam perjalanan tournya selama empat tahun, mereka sangat merasa kelelahan, sampai-sampai mereka harus menghabiskan banyak waktu (saat syuting ‘Help!’) dengan sedikit teller.

Rencananya, film dokumenter ini akan resmi ditayangkan di bioskop seluruh dunia pada 15 September mendatang. Setelah itu, penggemar dapat melihatnya secara online lewat operator Hulu.

Selain mengisahkan potongan-potongan perjalanan keempatnya, documenter ini juga menyajikan rekaman 30 menit penampilan The Beatles yang baru ditemukan, saat melakoni konser legendaris tahun 1965 di Shea Stadium, New York, didepan 56.000 penggemarnya yang histeris.

Sang sutradara Ron Howards yang merupakan mantan bintang televisi, “Happy Days” sebelumnya telah sukses meenytradari beberapa film seperti “Apollo 13” dan “A Beautiful Mind”. Ia mengatakan dalam mengerjakan film ini, ia tidak bisa membayangkan bagaimana chaos yang dialami oleh personel band ini.

“Seperti layaknya orang banyak, saya pikir saya kenal The Beatles, tapi saya tidak benar-benar tahu bagaiman intensitasnya-dari Beatlemania” ucapnya.

 

Tidak dapat ditampik bahwa band ini selalu dikerubuti oleh penggemar kemana pun mereka pergi. Dalam setiap konsernya selalu merepotkan pihak keamanan di seluruh dunia. Bahkan saat konser tahun 1964 di Vancouver, Kanada sedikitnya ada 240 penggemar yang harus berakhir di rumah sakit.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional