Wartapost.com

Perjudian Politik SBY, Agus Yudhoyono Dipertaruhkan

  • Reporter:
  • Sabtu, 24 September 2016 | 07:56
  • / 21 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 144 kali
Perjudian Politik SBY, Agus Yudhoyono Dipertaruhkan
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni

Wartapost.com – Tidak ada yang mengira, poros politik Cikeas ternyata mengajukan nama putra mahkota mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono untuk terjun dalam dunia politik sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Hal ini menunjukkan adanya perjudian besar pada Pilkada DKI 2017. Tidak tanggung-tanggung, SBY mempertaruhkan putranya yang sedang naik daun dalam karir militernya untuk turut serta dalam perjudian politik ini.

Ada apakah sebenarnya? Bagaimana mungkin SBY mengusung putranya yang ‘buta’ dalam ketidakjelasan dunia politik, sementara karirnya dalam dunia militer tengah menanjak. Jika Agus Yudhoyono kalah dalam persaingan Pilkada DKI, maka sudah pasti ia tidak bisa kembali melanjutkan karirnya di militer karena ketika menyetujui maju sebagai calon gubernur ia harus melepas status tentaranya.

Satu hal yang penuh perhitungan, melepas karir militer dan terjun ke dunia politik. Agus Yudhoyono bakal menghadapi berbagai goncangan dan perbedaan kultur yang sangat kentara. Disanalah ia dituntut untuk cepat beradaptasi.

Dikutip dari CNNIndonesia (23/9), Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran, Muradi mengatakan bahwa hal ini merupakan perjudian SBY. Kemunculan Agus bukan sebab ambisinya melainkan ambisi SBY dan keluarganya yang seakan ‘mengorbangkan’ dirinya. Agus terlihat sebagai boneka Cikeas.

Menurut pandangan Muradi, alasan utama SBY untuk memunculkan nama Agus adalah saat ini merupakan waktu yang tepat. Selain itu, Muradi juga menganggap bahwa SBY sudah tidak bisa mengandalkan orang lain dalam pertarungan Pilkada DKI yang menuju pada Pilpres (Pemilihan Presiden) 2019.

Apa yang dilakukan SBY ini mengaca pada pengalaman sebelumnya saat ia membuka kesempatan bagi kader partainya untuk bersaing. Sayanganya, kebebasan yang ia berikan justru membuatnya tidak bisa mengontrol mereka.

“Yang dijual SBY itu, Agus masih muda, berkarisma, fisik bagus, serta punya kemampuan, pendidikan dan militer,” ujar Muradi.

Padahal, seharusnya menurut Muradi, SBY harus mempertimbangkan juga berbagai akibat jika Agus kalah dalam perjudian ini. Hal ini akan berpengaruh total pada segi kehidupan Agus.

Karir militer Agus sudah tamat. Apa yang ia kerjakan selama ini sebagai tentara menjadi percuma. Padahal, Agus merupakan salah sau  tentara terbaik Indonesia yang dipandang mampu menjadi Panglima TNI.

Banyak yang menganggap karir militer Agus sebenarnya bisa melampaui apa yang dicapai oleh SBY. Agus dipandang sebagai tentara yang mampu mentransformasikan militer Indonesia tradisional menjadi tentara yang profesional modern. Sebagai seorang tentara ia memiliki kemampuan tempur, akademik serta kecakapan dalam memimpin.

Bahkan Muradi juga mengatakan bahwa dalam 10-15 tahun kedepan, Agus akan menjadi pemimpin TNI sebab segala potensi yang dimilikinya itu.

Dalam hal pendidikan kemiliteran, Agus merupakan lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 dengan gelar Adhi Makayasa. Saat ini ia menjabat Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning.

Agus juga telah menyelesaikan pendidikan militernya di US Army Command dan General Staff College (CGSC), Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 4.

Terjun ke dunia politik  merupakan perjuadian besar bagi Agus. Jika kalah, maka ia harus kembali berjuang hidup sebagai mantan tentara. Hal ini seakan anti-klimaks diasaat karirnya sedang on  the track dalam kesuksesan militer.

Disisi lain, Arya Fernandes, peneliti Center for Strategic and International Stdies (CSIS) mengatakan tidak ada pembelajaran yang sia-sia. Begitu pula yang didapatkan oleh Agus.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Arya menganggap kesuksesan yang didapat Agus dalam dunia militer berpotensi sebagai kunci kesuksesannya di masa depan, walaupun bukan sebagai tentara.

“Memunculkan Agus, dengan mengorbankan karir militernya, adalah pilihan yang beray bagi SBY. Tapi SBY selalu memikirkan sesuatu dengan matang. Dengan bersedia mencalonkan Agus, SBY pelan-pelan akan mengurangi perannya di Partai Demokrat, dan memajukan Agus untuk memimpin Demokrat,” ucap Arya kepada CNNIndonesia.

 

Dengan demikian, kemunculan Agus di panggung politik diproyeksikan akan menggantikan kedudukan ayahnya sebagai pimpinan Partai Demokrat. 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional