Wartapost.com

Robot Diandalkan, Manusia Kehilangan Pekerjaan

  • Reporter:
  • Sabtu, 24 September 2016 | 08:38
  • / 21 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 86 kali
Robot Diandalkan, Manusia Kehilangan Pekerjaan
Ilustrasi Robot

Wartapost.com – Saat ini tengah ramai dibicarakan adalah bagaimana sebuah mobil bisa beroperasi tanpa harus adananya pengemudi. Beberapa penyedia jasa transportasi global seperti Uber dan Grab sedang berlomba untuk saling unggul dalam hal ini. Namun, pengembangan besar-besaran perusahaan teknologi dan otomotif dalam hal ini menimbulkan pertanyaan besar yang medasar. Seberapa mungkin peran manusi akan digantikan oleh mesin?

Fenomena ini pun ditanggapi oleh salah satu perusahan big data– Dattabot. Mereka menganggap hal semacam ini sangat mungkin terjadi. “Pasti. Manusia akan kehilangan pekerjaan dengan kehadiran robot,” ucap Chief Technologi Officer Dattabot, Imoron Zuhri saat menjadi pembicara di ajang Ideafest 2016, Jumat (23/9).

Saat ini merupakan awal periode pergantian peran manusia oleh robot menurut Imron. Beberapa bidang pekerjaan seperti dokter umum, guru, pengacara, hingga jurnalis diperkirakan akan tergantikan posisinya oleh mesin yang ditanami Artificial Intellegence (AI) dan Big Data. Imron memperkirakan yakin dalam sepuluh tahun kedepan, pekerjaan dokter umum akan dikuasai oleh teknologi mesin.

Kejadian ini ternyata lebih cepat dari yang diperkirakan oleh banyak pihak sebelumnya. Alasan utama mesin akan menggantikan peran manusia adalah kemampuannya yang dapat menyimpan data yang sangat besar.

Walaupun begitu, Imron tetap yakin, posisi manusia tidak akan tergantikan sepenuhnya oleh robot. Manusia akan cepat beradaptasi dengan berbagai perubahan. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak pekerjaan yang membutuhkan pemikiran manusia.

Sementara Regi Wahyu, CEO Dattabot mengungkap seberapa besar manusia bisa menyesuaikan perubahan dan beradaptasi merupakan kunci utama untuk tetap bertahan diantara gempuran mesin-mesin.

Regi mengatakan, “Kecepatan beradaptasi dan terus mencoba dengan mengenal perubahan yang membuat Silicon Valley seperti sekarang.”

 

Menurut Regi dan Imron, Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk telat dalam beradaptasi melawan teknologi semacam AI. Di negara lain, teknologi kecerdasan sudah lebih dahulu diadaptasi dan diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan manusia.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional