Wartapost.com

Reza Rahardian Anggap Filmnya Tidak Layak Dapat Oscar

  • Reporter:
  • Minggu, 25 September 2016 | 13:40
  • / 22 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 361 kali
Reza Rahardian Anggap Filmnya Tidak Layak Dapat Oscar
Reza Rahardia menjadi salah satu komite pemilihan film Indonesia yang akan diajukan dalam Academy Awards (Oscar)

Wartapost.com – Reza Rahardian patut berbangga, dua filmnya masuk dalam jajaran 10 box office Indonesia. Dua filmnya terbarunya Rudy Habibi dan My Stupid Boss mampu menembus angka satu juta penonton, satu hal yang cukup sulit bagi film-film Indonesia pada akhir-akhir ini.

Dengan hasil tersebut, dua film yang dibintangi Reza Rahardian itu pun masuk sebagai salah satu film Indonesia yang  dapat dipilih dalam penghargaan film bergengsi Hollywood, Academy Awards ke-89. Pada 26 Februari tahun depan, ajang yang lebih dikenal dengan nama Oscar akan dihelat.

Tahun ini merupakan pertama kalinya di Indonesia dibentuk komite seleksi untuk mengirimkan beberapa film perwakilan Indonesia. Salah satu anggotanya adalah Reza bersama dengan 12 profesional perfilman tanah air.

Namun, di sisi lain, Reza Rahardian justru menilai filmnya tidak layak untuk ikut bersaing dalam ajang bergensi tersebut. Oleh sebab itu ia meminta agar kedua filmnya untuk dikeluarkan dari daftar perwakilan film Indonesia yang akan disaingkan dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik. Salah satu pemeran film 3 Srikandi itu mengatakan dua filmnya itu tidak memenuhi kriteria visual untuk kategori tersebut.

Pendapat Reza tentu tidak semata-mata diterima oleh anggota komite. Hal ini diungkapkan oleh Zairin Zain, salah satu produser kenamaan yang menjadi salah satu anggota komite mengtakan bahwa tidak ada istilah take out. Hal itu otomatis, walaupun orang terlibat dalam film, ia tidak berhak menilai filmnya sendiri. Tetapi, untuk mencari orang yang tidak terlibat dalam film itu susah, jelasnya.

Mengenai penolakannya, Reza pun sadar dengan segala kejujuran dan keadilan yang ia jaga betul. Ia mengatakan:

“Memang saya bilang cabut, tapi dewan seleksi pun punya hak. Saya jelaskan alasannya. Terlepas dari jumlah penonton, memang secara film itu bukan buat Oscar. Kembali ke tema yang kita sudah punya acuannya.”

Mengenai filmnya, Reza yang telah tiga kali mendapat penghargaan Aktor Terbaik Festival Film Indonesia menganggap film Rudy Habibie tidak merepresentasikan Oscar. Ia menilai film itu merupakan film tentang personal sehingga faktor sosialnya tidak begitu diperhatikan.

Hingga akhirnya, benar, film-film yang dibintangi Reza tidak jadi dipilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang Oscar. Sebagai gantinya, komite memilih film Surat dari Praha karya Angga Dwimas Sasongko untuk bersaing dengan film-film dari negara lain tahun depan.

Untuk hal ini Reza mengatakan dirinya tidak kecewa ataupun dilemma. Ia merasa cukup percaya diri, jika memang layak dijadikan pertimbangan, maka dengan besar hati ia sampaikan. Ia menilai beberapa film yang ia bintangi beberapa tahun ini tidak merepresentasikan ajang tersebut.

Sebagi informasi, syarat film untuk bersaing dalam ajang Academy Awards kategori Film Berbahasa Asing Terbaik memang bukan sekedar sesuai dengan bahasa asal film itu dibuat. Seperti pemenang-pemenang kategori ini sebelumnya dari Iran dan Polandia, film harus kuat dalam mengangkat isu-isu sosial. Surat dari Praha sebenarnya sudah berlatar konflik peristiwa 1965, meskipun alurnya bercerita tentang cinta.

Reza mengatakan bahwa beberapa film yang layak masuk dalam kategori ini adalah film-film yang mengangkat isu-isu perbatasan, humanity dan human rights. Sementara filmnya My Stupid Boss dan Rudy Habibie tidak mengangkat isu-isu tersebut dengan kuat. Oleh sebab alasan itu ia berusaha seobjektif mungkin dan meminta anggota komite untuk tidak diikutsertakan.

Menurutnya, film Surat dari Praha dapat melaju ke gerbang Oscar. Reza tidak menarget sesuatu yang muluk-muluk, kehadiran film Indonesia dalam ajang tersebut adalah capaian yang luar biasa.

“Saya tidak mau berharap jauh dulu. Terakhir Alangkah Lucunya Negeri Ini masuk 65 besar, harapan saya konsisten di sana, syukur-syukur bisa masuk nominasi. Saat konsisten, mereka akan lihat keikutsertaan secara aktif dan untuk diperhatikan hingga lolos minimal 65 besar, amin sampai 5 besar,” tutur Reza via CNNIndonesia.

Reza pun berharap suatu saat ia bisa bermain dalam film yang bisa mewakili Indonesia dalam ajang tersebut, terutama film-film yang mengangkat isu kemanusiaan.

 

Ia menganggap film seperti itu penting untuk disebarkan ke seluruh dunia. Situasinya dapat kita temukan saat ini semisal anak kecil ditengah keadaan perang. Itu merupakan all humanity line. Film-film seperti itu lah yang menarik minat Reza untuk bisa turut  serta.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional