Wartapost.com

Bisnis Lele, Agus Asal Banyuwani Untung Puluhan Juta

  • Reporter:
  • Minggu, 25 September 2016 | 18:41
  • / 22 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 190 kali
Bisnis Lele, Agus Asal Banyuwani Untung Puluhan Juta
Bupati Banyuwangi Kunjungi Kolam Lele Agus

Wartapost.com – Agus Riyanto (32), warga desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi ini meraup untung puluhan juta dari bisnis budidaya ikan lele. Menurutnya, bisnis ini mash sangat memiliki pasar yag menjajikan. Hal ini terbukti dengan banyaknya permintaan yang terus bertambah kepadanya hingga saat ini.

Pada awalnya, Agus memulai bisnis budidaya lele dengan modal awal sebesar Rp 50.000.000. Modal tersebut ia gunakan untuk merintis usahanya sejak akhir 2014 dengan membangun 28 petak kolam dan membeli bibit ikan.

“Saya termotivasi kembali ke desa, sebelumnya saya sudah punya bengkel dan finance di Surabaya. Ingin pulang kampung dan membangun desa,” ucap Agus saat ditemui wartawan Detik di rumahnya, Senin (19/9/2016).

Memutuskan untuk pulang kampung, pria yang kerap dipanggi Agus lele berusaha untuk meningkatkan pendapatannya. Oleh sebab itu, ia memilih bisnis budidaya ikan lele karena di desanya terdapat sumber air yang melimpah.

Untuk meghemat air, Agus menggunakan system ‘central drain’. Sementara untuk menjaga kualitas lele miliknya, ayah satu anak ini memberikan pakan dan konsentrat yang berkualitas tinggi.

“Kami beri pakan full pellet dengan kandungan protein 30 persen dan vitamin, sirkulasi airnya juga selalu bersih. Sehingga, hasil lele lebih terjamin, lebih Kenya dan enak bahkan untuk dibuat fillet dan sushi,” ucapnya.

Selama satu tahun, Agus dapat melakukan panen sebanyak tiga kali menggunakan sitem tersebut. Setiap masa panen, ia mampu menghasilkan maksimal lele sebanyak 3 ton untuk setiap petaknya. Agus membutuhkan dana sebesar Rp. 30.000.000 untuk membeli bibit dan pakan, sementara untuk setiap panennya ia mampu meraup uang sebesar Rp 42.000.000 untuk setiap empat petaknya.

“Jadi setiap petak utung Rp 12.000.000. Saya memiliki 28 petak, berapa hasilnya, hitung sendiri,” ucapnya senyum.

Agus menyerang pasar kebutuhan lele Banyuwangi, Surabaya dan Bali. Untuk bertukarp pikiran dan menjaga keutuhan stok, ia membentuk komunitas Ekonomi Lokal.

“Kalau komunitas, keuntungan harga jualnya dimabil lebih tinggi dari harga pasaran. Contohnya jika harga di pasar Rp 16.500 maka kami jual selisih Rp 1.000, hal itu justru membangun kepercayaan dan meminimalisir tengkulak,” ucapnya.

Agus tidak hanya menjual lele dalam bentuk mentah, ia juga telah mengolah ikan hasil produksinya. Menurutnya, ikan yang diolah adalah ikan yang terlalu besar untuk dijual mentah.

“Kalau lokal kan ikan ukuran satu kilogram maksimal isi 7-8 ekor, sementara ikan yang diolah berukuran satu kilo berisi 5-6 ekor. Ikan kita olah menjadi nugget, bakso, tempura, fillet dan crispy. Pasar saat ini lebih menyukai crispy dan nugget, jadi kita sediakan dua macam saja sekarang” jelasnya.

Pemerintah pun mendukun bisni Agus. Dalam program 10 Ribu Kolam Ikan, Pemkab Banyuwangi menggunakan kolam Agus untuk panenya. Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi memuji semangat dan inovasi yang dilakukan Agus dalam berwirausaha.

Ketika berkunjung ke kolam Agus, Bupati mengatakan bangga dengan anak-anak desa yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan fokus membangun desanya. Apa yang dilakukan Agus patut dicontoh oleh anak-anak desa lainnya. Ia menggap Agus sebagai laki-laki berwajah desa namun memiliki rezeki kota.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional