Wartapost.com

Barack Obama Meragukan Vladimir Putin Sungguh-Sungguh Ingin Stop Perang di Suriah

  • Reporter:
  • Jumat, 5 Agustus 2016 | 01:46
  • / 1 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 151 kali
Barack Obama Meragukan Vladimir Putin Sungguh-Sungguh Ingin Stop Perang di Suriah
Barack Obama Usai Pertemuan dengan Dewan Ketahanan Nasional AS

Wartapost.com – Amerika Serikat melalui Presidennya, Barack Obama meragukan niatan Vladimir Putin (Presiden Rusia) sebagai mitra dala mengehntikan perang di Suriah. Obama tidak yakin Putin benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan perang di Suriah.

Dilansir oleh media AFP pada Kamis (4/8) waktu setempat, Obama dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak yakin dapat mempercayai Rusia dan Persiden Vladimmir Putin. Dari situ, Obama nenambahkan perlu adanya pengujian apakah benar Rusia bis menghentikan segala jenis permusuhan di Suriah, pengeboman dari udara, kematian warga sipil dan segala yang telah kita lihat dihancurkan oleh rezim Assad (Presiden Suriah)

Aksi militer Rusia yang mendukung rezim Suriah telah membuat presiden kulit hitam Amerika Serikat itu prihatin. Untuk itu, Amerika serikat mendesak Moskow agar mau bekerjasama dengan Wshington untuk mencari jalan keluar bersama dari krisis panjang yang melanda Suriah.

Obama juga mengatakan, “Mata kami tidak tertutup. Sangat jelas aksi militer Rusia mendukung rezim pembunuh dan rezim individu.”

Mengenai dukungan Rusia akan penyelesaian perang di Suriah, Obama menegaskan agar Rusia dapat lebih serius. Amerika Serikat siap untuk berkerjasama dengan Rusia dalam rangka mengurangi kekerasan dan mendukung mereka untuk melawan ISIS, Al Qaeda dan Suriah.

Selama lima tahun terjadi peperangan di Suriah. Sebanyak 280.000 pendududk tewas akibat perang itu. Akibatnya setengah dari penduduknya telah meninggalkan rumah untuk mencari perlindungan. Untuk hal ini Amerika Serikat dan Rusia sama-sama menentang aksi ini. Sudah dilakukan beberapa perundigan internasional untuk meredakan konflik ini. Sayangny sampai saat ini perang masih saja terjadi, dan belum terhenti. Korban semakin banyak bertambah, termasuk orang tua dan anak-anak.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional