Wartapost.com

WADA Bocor: 41 Atlet Olimpiade Rio Terindikasi Doping

  • Reporter:
  • Selasa, 27 September 2016 | 09:36
  • / 24 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 103 kali
WADA Bocor: 41 Atlet Olimpiade Rio Terindikasi Doping
Rafael Nadal, Petenis Asal Spanyol Dikabarkan Menggunakan Obat Yang Dilarang WADA dalam Olimpiade Rio 2016

Wartapost.com – Salah satu kelompok peretas yang menamakan diri “Fancy Bears” telah merilis informasi illegal terkait data atlet yang diambil dari website resmi Badan Anti-Dopping Dunia (WADA). Secara khusus para peretas itu membeberkan informasi rahasia yang mereka ambil dari akun Sistem Manajemen dan Administrasi WADA (ADAMS) pada gelaran Olimpiade Rio 2016 lalu.

Jika sebelumnya, sempat santer beredar informasi bahwa pelari Inggris Mo Farah dan petenis Spanyol Rafael Nadal menggunakan doping obat yang dilarang oleh WADA. Kali ini, kelompok peretas itu membeberkan informasi hitam terkait 41 atlet dari 13 negara, yaitu: 4 dari Autralia, 1 dari Kroasia, 7 dari Kanada, 2 dari Jerman, 2 dari Denmark, 6 dari Inggris, 1 dari Jepang, 5 dari Italia, 2 dari Serbia, 2 dari Swiss, 1 dari Afrika Selatan, 1 dari Swedia dan 7 dari Amerika Serikat.

Beberapa cabang yang disebutkan dalam bocoran informasi tersebut adalah Atletik, Basket, Bersepeda, Anggar, Hoki Lapangan, Golf, Senam, Judo, Dayung, Rugby, Layar, Menembak, Sepak Bola, Bola Voli, Berenang, Tenis Meja, dan Polo Air.

Dalam laporan resmi yang ditulis WADA, pihaknya telah mengumpulkan tim terkait pembobolan tersebut. Mereka juga secara aktif telah bekerjasama dengan lembaga penegak hukum di Kanada dan beberapa negara lain untuk melakukan investigasi agar peretasan tersebut tidak berlanjut.

Bagaimana kelompok peretas ini bekerja adalah dengan membajak salah satu akun pengguna ADAMS. Dari sanalah mereka mendapat password untuk akses ke ADAMS. Dalam ADAMS mereka mendapat berbagai informasi rahasia medis para atlet yang mendpat pengecualian terapi berobat yang dikeluarkan oleh lembaga doping nasional (NADOs) yang terhubung dengan setiap federasi cabang olahraga.

Oliver Nigli, Direktur Jenderal WADA mengatakan bahwa pihaknya yakin peretasan ini merupakan serangan balasan yang dilancarakan kepada badan dan system anti-doping global. Menurutnya, “Jelas ini pembalasan setelah ti nvestigasi menemukan fakta bahwa adanya doping yang disponsori negara di Rusia.”

Sementara negara Rusia menolak investigasi yang dibeberkan oleh WADA. Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov mengatakan tidak ada keterlibatan data yang diretas dengan negara Rusia. “Tidak ada keterlibatan Moskow,” katanya.

Peskov juga menganggap tuduhan WADA tidak berdasar dan tidak menghormati organisasi manapun, jika secara subtansial mereka tidak memiliki datanya. “Saya tidak tahu apakah orang-orang yang mengeluarkan pernyataan itu memiliki argumenyang cukup  besar.”

 

Vitaly Mutko, Menteri Olahraga Rusia meminta pihak penegak hukum agar membantu WADA untuk memperoleh atribusi terkait kelompok peretas “Fancy Bears”. Hal ini ia tegaskan sebab adanya informasi bocor yang mengaitkan nama petinju asal Rusia, Misha Aloyan. Bocornya informasi ini mengungkap bahwa data tes doping atlet Rusia tidak kebal dengan serangan peretas di Olimpiade Rio.” 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional