Wartapost.com

Kesabaran 11 tahun berbuah manis

  • Reporter:
  • Rabu, 28 September 2016 | 01:40
  • / 25 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 79 kali
Kesabaran 11 tahun berbuah manis

kesabaran-11-tahun-berbuah-manis

Wartapost.com – Kisah Muhamad Irwan yang hidup bersama ayahnya Riwahyudin (54) menarik perhatian berbagai kalangan. Selama 11 tahun mereka hidup di dalam bajaj sejak Irwan masih berusia satu tahun. Selama itu pula keduanya tidak tersentuh pemerintah.

 

Namun, mendengar pemberitaan media mengenai hidup Iway sapaan Riwahyudin, Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat. Mereka langsung mendatangi sekolah Irwan serta ayahnya.

 

Mereka mendatangi sekolah serta Iway di tempat mangkalnya sekitar stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Di sekolah pihak Dinsos berbincang dengan Kepala Sekolah perihal Irwan selama belajar.

 

Setelah itu, Iway dan Irwan diajak ke kantor Dinas Sosial mencari solusi untuk nasib Irwan ke depan. Dinas sosial memberikan saran kepada Iway agar buah hatinya itu dititipkan di panti milik Dinsos. Hal itu guna tumbuh kembang Irwan. Sebab, bila di panti segala kebutuhan mulai dari makan hingga sekolah terjamin.

 

“Di sana saya kira lebih sejahtera dari pada di bajaj,” kata Kepala Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta, Masrohkan, kepada wartawan di Kantor Dinas Sosial, Selasa (27/9)

 

Kendati demikian semua keputusan tetap ada di tangan Iway. Tujuan Dinsos hanya ingin melindungi agar menjadi penerus bangsa yang hebat. Masrohkan tak ingin Iway beranggapan jika di panti bocah berusia 11 tahun itu tidak dirawat. Dia menjamin semua terpenuhi.

20160928003017-1-sopir-bajaj-riwayudin-004-dru

Masrohkan mengatakan, jika tawaran tinggal di panti ditolak maka Dinsos akan membantu mengurus dari Kartu Jakarta Pintar (KJP). Irwan sendiri sudah terdaftar dalam program tersebut. Selain itu, Dinsos juga bakal memberi bantuan seragam sekolah.

 

Dengan wajah terlihat lelah, Iway yang mengenakan baju merah mengucapkan terima kasih atas solusi yang ditawarkan. Namun saat ini tawaran tersebut masih dalam pertimbangan pria asal Betawi itu. “Saya bingung, saya belum bisa menentukan,” ujarnya.

 

Selain tawaran dari Dinsos, kabar menyenangkan menghampiri ayah dan anak tersebut. Mereka disewakan kamar di Tanah Tinggi RT 1 RW 12 Johar Baru, Jakarta Pusat. Iway mengatakan, pada Senin (26/9) malam datang dua orang yang mengaku dari Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) mendatangi di tempat mangkalnya.

 

Dua orang itu banyak bertanya soal kehidupan Iway. Iway bercerita apa adanya. Kemudian mereka berkata bahwa semua cerita itu sudah jelas sama seperti pemberitaan media massa.

 

Menurut Iway, setelah itu salah satu dari orang tersebut menelepon yang diduga bosnya. Lalu mereka mengajak mencari kamar indekos. Awalnya, Iway ingin tempat tinggal dekat dengan tempat mangkal bajaj. Tapi kedua orang tersebut memberikan saran bila mencari kamar indekos di daerah Tanah Tinggi karena Irwan sudah memiliki banyak teman di wilayah itu. Iway kemudian menyetujui.

 

Setelah menelusuri daerah Tanah Tinggi, Iway memantapkan hati di rumah berpagar tinggi dua lantai. Di sana tertulis ‘Ada kamar kosong’. Kamar yang dipilih berada di lantai dua. Ukuran kamar sekitar 3×4 meter. Di dalam kamar sudah disediakan satu kasur dan lemari pakaian.

 

Kamar mandi berada di lantai satu. Kata Iway, keduanya telah menyewakan kamar tersebut selama satu tahun. “Kalau saya liat di kwitansinya Rp 7 juta” ucapnya.

 

Iway bersykur banyak yang peduli terhadap dia dan anaknya. Dia tak menyangka bisa tidur di kasur setelah 11 tahun tak lagi merasakannya. Tak hanya Iway, sang anak Irwan begitu gembira. Impiannya punya tempat yang layak terwujud. Kini dia tak lagi tidur di bajaj dengan kaki ditekuk, Irwan bisa berselonjor dan berbalik badan leluasa. Selain itu, Irwan dapat mengerjakan PR di kamar dengan nyaman.

Sumber : Merdeka.com

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional