Wartapost.com

Iseng, Wanita Ini Sukses Usaha Rumah Steak Holycow

  • Reporter:
  • Sabtu, 1 Oktober 2016 | 21:18
  • / 28 Djulhijjah 1437
  • Dibaca : 142 kali
Iseng, Wanita Ini Sukses Usaha Rumah Steak Holycow
Lucy Wiryono, Owner Holycow Steakhouse

Wartapost.com – Lucy Wiryono, Owner Holycow Steakhouse mengawali bisnisnya dengan ‘iseng’. Bersama temannya seorang Chef, Afit, keduaya berhasil mendirikan bisnis kuliner ini dengan cukup sukses.

Saat acara d’Preneur di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2016). Lucy mengatakan, “Kita memulai iseng di rumah, awalnya Chef Afit itu kan kalau ketemu klien di restoran dan pasti cari tempat paling mahal, itu wagyu (sejenis daging sapi dari Jepang), eh ternyata enak, itu daging apa ya? Jadi ‘wa’ itu Jepang, ‘gyu’ itu sapi. Jadi sapi dari Jepang. Kenapa nggak kita coba saja?”

Dalam hal bisnis, Lucy menganggap hal itu sama dengan menentukan tempat yang ingin dituju. Jadi, apabila salah menentukan perhitungan di awal maka akan terjebak selanjutnya.

Lucy juga mengatakan bahwa dalam bisnis mengambil keputusan adalah sangat penting. Sama halnya dengan menuju ke suatu jalan, apabila salah ambil jalan bisa saja kena macet. Oleh sebab itu, tepat dalam berbisnis juga tepat dalam mengambil keputusan.

Dari keisengan bersama temannya tadi, Lucy kemudian mecoba untuk mecari wagyu di supermarket. Ia kemudia mencoba mengolahnya menjadi masakan yang enak dengan hanya menambahkan garam dan lada saja.

“Jadi kita cari daging di supermarket waktu itu nggak ada dan akhirnyanemu di Indoguna, kita cuma kasih garam dan lada hitam ternyata empuk, Afit mulai berpikir, kenapa nggak bikin saja, karena kita berdua nggak punyabackground soal food and beverage cuma tahunya makan doang, makanya kita cari tahu,” katanya.

Dari temuan mereka itulah, Lucy dan temannya Chef Afit memulai bisnis kuliner ini. Pada tahun 2010, makanan berbahan wagyu dihargai sangat mahal. Oleh sebab itu, Lucy dan chef Afit menghadirkan olahan wagyu dengan harga yang lebih murah. Saat itu seporsi wagyu dijual rata-rata Rp.300.000 sementara wagyu olahannya mereka dijual dengan Rp. 90.000.

Menurut Lucy, “2010 kita jual Rp 90.000 satu piring wagyu padahal waktu itu rata-rata Rp 400.000-Rp 500.000. Jadi kita pakai konsep 30% profit dari 100%, sementara yang lain 70% untuk profit.”

Untuk menjaga para konsumen menurut Lucy yang terpenting adalah membangun kepercayaan di masyarakat. Oleh sebab itu, bisnis harus dilakukan dengan serius.

Jika melihat realitas bahwa masyarakat Indonesia sebagian besar merupakan muslim, maka sangat penting bagi bisnisnya untuk memberikan informasi bahwa makanan mereka benar-benar halal.

 

Salah satu cara meyakinkan makanan ini halal adalah dengan merekam semua proses pemasakan hingga menjadi masakan yag siap disantap. Lucy dan temannya bahkan telah merekam semua proses perawatan sapi hingga penyembelihan. Hal itu penting untuk meyakinkan kehalalan masakan mereka.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional