Wartapost.com

Terganggu Kotoran Kelelawar, Universitas Brawijaya Ciptakan Alat Pengusirnya

  • Reporter:
  • Jumat, 5 Agustus 2016 | 09:46
  • / 1 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 153 kali
Terganggu Kotoran Kelelawar, Universitas Brawijaya Ciptakan Alat Pengusirnya
Kelelawar Kerap Meninggalkan Kotoran dan Bau Tidak Sedap

Wartapost.com – Kelelawar bagi sebagian orang dianggap menggangu karena sering meninggalkan kotoran dan bau yang tidak sedap. Hal serupa juga dialami oleh warga Kelurahan Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang. Pasalnya, banyak kelelawar yang meninggalkan kotoran di masjid. Untuk itu, dosen dan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang berininovasi untuk menciptakan alat sederhana pengusir kelelawar.

Teknologi itu sebenarnya memiliki prinsip yang sederhana. Piranti itu dibuat untuk mengeluarkan gelombang ultrasonik untuk mengganggu sistem komunikasi dan navigas kelelawar. Eka Maulana, Dosen Teknik Elektro mengatkan bahwa pada dasarnya setiap makhluk hidup peka terhadap frekuensi suara tertentu.

Piranti yang dibuat ini dapat memancakan gelombang ultrasonic dengan frekuensi 30-50 kilo Hertz (kHz). Dengan begitu, gelombang akan menggangu sistem navigasi dan komunikasi yang dimiliki kelelawar sehingga mereka menjauhi pusat gelombang itu.

Dibuat cukup sederhana, alat itu mampu memancarkan gelombang sejauh 10 meter. Seperti halnya manusia yang terganggu dengan frekuensi tertentu, kelelawar pun demikian, mereka merasa tidak nyaman dan menjauh. Tak hanya mengusir kelelawar, gelombang frekuensi dalam tingkat tertentu sebenarnya juga mampu digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan makhluk hidup tertentu seperti memanggil dan membantu pertumbuhan.

Untuk mensosialisasikan piranti ini, Eka dan kawan-kawan mengajarkan masyarakat bagaimana cara untuk merangkai alat ini. Salah satunya adalah dengan membuat program mikrokontroler untuk membangkitkan dan mengukur gelombang yang dipancarkan.

Piranti ini cukup sederhana sehingga hanya membutuhkan sumber daya sebesar 50 watt. Sedangkan untuk pembuatannya, Eka mengatakan cukup dengan uang sebesar 100 ribu warga bisa membuat alat ini. Sebagai pengabdian kepada masyarakat, pelatihan-pelatihan akan hal ini pun terus digalakkan.

Setelah digunakannya alat ini, salah satu pengurus Masjid Al Ghzali, M. Erfan, mengaku masjid menjadi lebih bersih dari berbagai kotoran kelelawar yang membuat bau tidak sedap sehingga menggangu kenyamanan warga dalam beribadah di masjid.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional