Wartapost.com

Peretas Videotron Porno Ahirnya Ditangkap

  • Reporter:
  • Selasa, 4 Oktober 2016 | 17:39
  • / 2 Muharram 1438
  • Dibaca : 153 kali
Peretas Videotron Porno Ahirnya Ditangkap
Ditangkap, Pelaku Peretasan Videotron Adalah Seorang Teknisi Informasi di Perusahaan Big Data di Jakarta.

WARTAPOST.com – Peristiwa videotron di perempatan Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang menayangkan video porno Jumat, 30 September 2016 kemarin sempat membuat heboh masyarakat terutama para pengguna internet atau ‘netizen’. Hari ini (4/10), akhirnya Kepolisian Daerah Metro Jaya bisa menangkap pelakunya. Ia adalah SAR, pria berusia 24 tahun yang merupakan ahli teknologi informasi.

Terkait penangkapan itu, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di Polda Metro Jaya, Selasa, 4 Oktober 2016 mengataka, “Dia ditangkap di kantornya. Sebetulnya hari Sabtu, kami sudah bisa melakukan penggeledahan, tapi karena izinnya harus diajukan ke pengadilan, sehingga baru Senin sore dan hari ini bisa melakukan penangkapa dan penggeledahan.”

Menurut Iriawan, SAR merupakn seorang teknisi informatika yang bekerja pada salah satu perusahaan big data di Jakarta, Mediatrac, yang berlokasi di daerah Senopati, Jakarta Selatan. Disana, ia bekerja sebagai analis.

Sementara Kombes (Komisaris Besar) Fadil Imran, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengatakan bahwa SAR mengakses videotron dari computer di kantornya. Untuk bisa mengakses videotron itu dibutuhkan username, password dan koneksi internet yang memadai.

Fadil menjelaskan bahwa pelaku bisa mengetahui username dan password saat lewat di Jalan Wijaya hari Jumat dan melihat disana terdapat password dan username tertera dan memfotonya dengan kamera ponsel miliknya. Darisana ia bisa mengakses videotron itu.

Namun, setelah dilakukan pemerikasaan di ponsel pelaku tidak didapati foto itu. Oleh sebab itu, Fadil masih meragukan keterangan pelaku mengenai username dan password yang didapat pelaku dari tampilan videotron.

Hingga saat ini pihak berwajib melalui Subdit Cyber Crime masih mempelajari kasus ini terutama bagaimana pelaku dapat menemukan password dan username. Ia mengatakan kalau pelaku adalah seorang peretas atau hacker yang memperoleh akses secara illegal.

Pelaku mengatakan bahwa dirinya mengakses videotron melalui aplikasi team viewer, yaitu aplikasi yang dapat mengontrol konten dari jarak jauh. Ia lalu menggunakan password dan username untuk aplikasi itu lalu dengan bebas ia dapat mengendalikan konten dalam videotron. Dengan sengaja ia masukkan konten video porno pada videtron seperti yang  terjadi Jumat lalu.

SAR terancam pasal berlapis. Seperti dikatakan oleh Kapolda Irawan, pertama pasal 282 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, karena mempertontonkan video porno, dengan 7 tahun ancaman penjara. Kedua ia bisa dikenai Pasal 25 ayat 1 UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan denda minimal Rp 15 miliar, ia dituduh mempertontonkan film yang menggambarkan keasusilaan. 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional