Wartapost.com

Inilah Warisan Jokowi Untuk Ahok

  • Reporter:
  • Kamis, 6 Oktober 2016 | 12:40
  • / 4 Muharram 1438
  • Dibaca : 114 kali
Inilah Warisan Jokowi Untuk Ahok
Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012, Jokowi-Ahok

WARTAPOST.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) selain terkenal dengan sikapnya yang kalem dan tegas, ia juga dikenal dengan pasangan politiknya politikus senior partai Golkar, Jusuf Kalla yang saat menjabat sebagai wakil presiden.

Namun, sebelum maju sebagai presiden, Joko Widodo sempat berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon dan terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Pada 2014, Jokowi maju sebagai calon Presiden dan meninggalkan Jakarta untuk Ahok.

Bukan tanpa kerja, pada 2012-2012 pasangan Jokowi-Ahok berhasil membuat program-program untuk membenahi Jakarat. Saat itu, langkah kerja Jokowi yang sangat terkenal adalah blusukan.

Dengan itu, Jokowi berusaha untuk mendengarkan aspirasi masyarakat kecil secara langsung sehingga Jokowi sering disebut sebagai pemimpin Wong Cilik.

Keberhasilan gebrakan Jokowi itulah yang membuatnya tidak dapat dipisahkan dengan nama Ahok-yang saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama Wakilnya Djarot Saiful Hidayat. Pasangan itu dianggap mampu untuk meneruskan semangat Jokowi di Jakarta. Baik Jokowi, Ahok, maupun Djarot dianggap mampu bersinergi untuk pembangunan Jakarta.

Bahkan Ahok pernah mendapat saran dari beberapa pihak untuk meniru dan belajar dari pola kerja Jokowi, salah satunya disampaikan oleh politikus senior PDIP, Maruar Sirait.

Ia mengatakan bahwa Jokowi merupakan sosok yang kuat, memiliki kinerja yang baik serta cara kominaksi politik yang baik sehingga ia tidak hanya mendapat dukungan dari partai politik melainkan dari masyarakat juga. Sebab itulah, Maruar menyarankan Ahok untuk meniru Jokowi.

Program Yang Tertunda

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat juga mengatakan bahwa ia dan Ahok tengah berusaha untuk melanjutkan program-program Jokowi yang belum sempat terealisasi.

“Misinya adalah meneruskan apa yang sudah direncanakan pada 2012, ini belum selesai, belum rampung hingga 2017, untuk itu harus diteruskan hingga 2022,” ucap Djarot saat ditemui di rumahnya, Jakarta Selatan, Rabu (5/10).

Djarot mengatakan bahwa apa yang telah dicanangkan oleh Jokowi adalah program pola pembangunan untuk jangka panjang. Tidak hanya untuk pembangunan saat ini, melainka juga untuk Jakarta di masa depan.

Sebab itu, Djarot mengatakan bahwa visi misi utama dirinya bersama Ahok adalah untuk meneruskan program pembangunan yang telah direncanakan Jokowi di tahun 2012.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Beberapa program yang hingga saat ini masih belum rampung dan sedang digenjot oleh Ahok-Djarot adalah pembenahan transportasi, penataan kawasan, perluasan lahan hijau, normalisasi sungai, Kartu Jakarta Pintar dan akses kesehatan yang memadai. Program-program itu merupakan peninggalan Jokowi tahun 2012 yang akan diteruska Ahok-Djarot.

“Kepalang tanggung ini, MRT dan LRT harus kami selesaikan, normalisasi sungai harus diselesaikan, kartu Jakarta Pintar harus kami tingkatkan, hunian yang layak dan manusiawi harus kami berikan,” ujar Djarot.

 

Tidak berlebihan, tujuan Djarot untuk membangun Jakarta adalah untuk menjadikannya Ibu Kota yang tidak dipandang sebelah mata dan disegani oleh negara lain.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional