Wartapost.com

Tahun Depan Rokok Putih Harganya Naik Paling Tinggi

  • Reporter:
  • Kamis, 6 Oktober 2016 | 15:57
  • / 4 Muharram 1438
  • Dibaca : 100 kali
Tahun Depan Rokok Putih Harganya Naik Paling Tinggi
Roko Putih Akan Mengalami Kenaikan Harga Paling Tinggi Tahun Depan

WARTAPOST.com – Mulai 1 Januari 2017 Pemerintah resmi menaikan harga cukai produk hasil tembakau rata-rata 10,54 persen.

Hal ini  tertera pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 147/PMK.010/2016 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, yang terbit pada Selasa (4/10). Peraturan itu merupakan revisi dari peraturan sebelumnya tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau untuk acuan 2016, yaitu PMK 198/EMK.010/2015.

Berdasarkan revisi peraturan tersebut, kenaikan harga paling tinggi akan dialami oleh jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) yaitu rata-rata 11,3 persen. Untuk SPM golongan I, naik 12 persen tarif cukainya. Sementara untuk SPM golongan II mengalami kenaikan tariff cukai sebesar 8-14 persen.

Untuk jenis rokok yang mengalami kenaikan nomor dua adalah Sigaret Kretek Mesin (SKM) yaitu rata-rata tarif cukainya naik 10 persen. Untuk golongan I SKM, rata-rata mengalami kenaikan sebesar 10 persen. Sedangkan untuk SKM golongan II rata-rata naik 7-12 persen.

Tidak hanya dua jenis rokok diatas, jenis lain juga mengalami kenaikan, Sigaret Kretek Tangan dan Sigaret Putih Tangan juga mengalami kenaikan yaitu rata-rata 7,4 persen untuk 4 golongan produksi.

Untuk rokok klobot (KLB) untuk golongan II tarifnya diturunkan 21 persen, namun untuk yang golongan satu tariff cukainya naik tiga kali lipat.

Di sisi lain, Tarif Cukai Tembakau (TIS) justru mengalami penurunan yaitu rata-rata 61 persen.

Sementara untuk produksi hasil tembakau lainnya, termasuk CRT (cerutu) tidak mengalami perubahan tariff.

Naiknya Harga Jual

Jika harga cukai naik, maka harga jual eceran (HJE) pun ikut naik. Paling tinggi, untuk SPM tarifnya naik rata-rata 13 persen. Jika selama ini HJE dibatasi berkisar Rp505-930 per batang, maka untuk tahun depan harga itu bisa naik rata-rata Rp585-1.030 per batang.

SKM yang rata-rata tarif cukainya naik 11 persen maka HJE-nya yang semula Rp590-1000 naik menjadi Rp655-1.120 setiap batangnya.

Sementara untuk SKT/SPT, yang tarifnya naik rata-rata 12 persen maka HJE-nya yang asalnya Rp400-1.215 per batang menjadi Rp370-1.115.

Lalu SKTF/SPTF, yang harga jual ecerannya naik rata-rata 11 persen, yang semula Rp590-1.000 kadi Rp655-1.120.

 

Terakhir, untuk HJE jenis produk hasil tembakau lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional