Wartapost.com

Perokok Akan Pindah ke Kretek Jika Harga Rokok Putih Naik

  • Reporter:
  • Sabtu, 8 Oktober 2016 | 14:49
  • / 6 Muharram 1438
  • Dibaca : 124 kali
Perokok Akan Pindah ke Kretek Jika Harga Rokok Putih Naik
Naiknya Harga Rokok Putih Akan Menjadi Keuntungan Bagi Produsen Rokok Golongan Di Bawahnya

WARTAPOST.com – Rencana pemerintah untuk menaikan cukai hasil tembakau akan diberlakukan mulai tahun depan. Rokok Putih SPM (Sigaret Putih Mesin) lah yang mengalami kenaikan paling tinggi yaitu sekitar 10-13 persen.  Menanggapi hal itu, Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) menilai kebijakan itu hanya akan menguntungkan satu golongan saja.

Ismanu Soemiran, Ketua GAPPRI menjelaskan, naiknya harga HJE (Harga Jual Eceran) untuk satu golongan rokok maka berpotensi rokok tersebut kehilangan atau ditinggalkan konsumennya. Sementara untuk rokok golongan bawahnya berpotensi mendapat konsumen baru dari perokok yang sebelumnya mengkonsumi rokok golongan satu yang berpindah pilihan sebab lebih murah.

Saat dihubungi wartawan CNNIndoensia.com, Ismanu mengungkapkan, “Dengan naiknya harga kretek golongn satu maka akan membuka kesempatan bagi kretek golongan dibawahnya yang memiliki harga lebih murah. Bagi rokok golongan bawah, maka kenaikan harga ini akan menjadi peluang pasar baru bagi mereka.”

Dengan munculnya kesempatan bagi rokok kelas bawah untuk mendapat tambahan konsumen. Ismanu yakin, rokok golongan bawah akan cepat mengalami peningkatan pertumbuhan.

Lain halnya dengan rokok golongan lain yang juga mengalami kenaikan HJE. Ismanu berpendapat hal itu tidak akan banyak memiliki pengaruh terhadap komposisi pasar rokok antar golongan di Indonesia.

“Paling tidak harga rokok tidak naik menjadi Rp50 ribu seperti yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini,” jelasnya.

Secara resmi, kenaikan tariff cukai dan harga jual eceran (HJE) rokok telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Menteri Keuangan dengan mengeluarjan PMK (Peraturan Menteri Keuangan) Nomor 147/PMK.010/2016 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Rata-rata untuk kenaikan harga jual eceran SPM mencapai 13 persen, yang semula berharga Rp505-930 setiap batangnya akan naik menjadi Rp585-1.030 per batang.

Sementara untuk rokok SKM (Sigaret Kretek Mesin) mengalami kenaikan rata-rata 11 persen. Semual satu batang rokok dijual Rp590-1.000 berubah menjadi Rp655-1.120 per batang.

Selanjutnya untuk rokok golongan SKT (Sigaret Kretek Tangan) dan SPT (Sigaret Putih Tangan), rata-rata HJE-nya yang semula Rp400-1.215 perbatang naik menjadi Rp400-1.215 per batang.

Kemudian untuk Sigaret Tangan Filter (SKTF) dan Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF) yang semula harga eceran perbatang Rp590-1000 naik menjadi Rp655-1.120. Kedua golongan ini mengalami kenaikan sebesar 11 persen.

Selain itu, HJE untuk produk hasil tembakau lainnya seperti cerutu, tidak mengalami perubahan.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional