Wartapost.com

Diberi Buku Tuntunan Shalat, Yuki Kato Menangis

  • Reporter:
  • Minggu, 9 Oktober 2016 | 12:33
  • / 7 Muharram 1438
  • Dibaca : 208 kali
Diberi Buku Tuntunan Shalat, Yuki Kato Menangis
Yuki Kato Berperan Sebagai Santri di Film Cahaya Cinta Pesantren.

WARTAPOST.com – Salah satu bintan film muda berbakat, Yuki Kato akan kembali bermain dalam sebuah film drama remaja religi Cahaya Cinta Pesantren (CCP). Hadirnya Yuki dalam film ini akan mengobati kerinduan para penggemar dengan aksinya saat beradu akting.

Film ini diadaptasi dari sebuah novel karya Ira Mardan. Dalam film ini, Yuki memerankan seorang santri remaja putri bernama Marshila Silalahi.

Tidak hanya Yuki, Film ini juga menghadirkan beberapa bintang film muda seperti Feby “Blink”, Rizky Febia, Sivia “Blink” dan Febby Palwinta.

Dikutip dari Tabloidbintang.com, Yuki mengatakan bahwa dalam pengerjaan film ini dirinya telah menjalani syuting selama satu setengah bulan di Medan dan satu hari di Jakarta.

Aktris muda itu mengatakan telah medapat banyak pengalaman selama syuting film Cahaya Cinta Pesantren. “Paling berkesan, saat saya duduk istirahat setelah keliling pesantren tempat syuting, tiba-toba saya diberi dua buku oleh seorang perempuan. Namanya, May. Salah satu buku berisi tentang tata cara salat dan bacaan-bacaannya,” tutur Yuki.

Tiba-tiba setelah menerima buku itu, mata Yuki langsung berkaca-kaca. Ia tak mampu menahan emosi sebab terharu.  Yuki akhrinya menangis di hadapan santri-santri yang mengerubunginya. Tidak menyangka, ia masih sangat diperhatikan oleh para santri.

“Saya menangis kejer. Saya memang sensitive orangnya. Kalau mau tahu ada videonya di instagram saya,” jelas Yuki.

Berperan sebagai seorang gadis yang mengenaka hijab di film ini, Yuki mengaku belum siap untuk benar-benar mengenakan hijab di dunia nyata. “Jujur saja, saya merasa belum terpanggil untuk mengenakan hijab,” tuturnya.

Yuki menganggap dirinya belum siap untuk mengenakan hijab. Ia mengaku masih berusaha untuk merubah sikapnya sebelum akhirnya memutuskan untuk berhijab. Ia sadar masih banyak hal yang perlu ia benahi. Untuk melakukan itu, ia berkata tidak mungkin untuk dilakukan dalam waktu sebentar.

“Saya enggak mau orang menilai, kok pakai jilbab tapi masih belangsakan. Cara duduk masih seperti laki-laki dan bicaranya kasar. Saya mesti memantapkan hati dulu sebelum berhijab,” tegasnya.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional