Wartapost.com

Dituduh Nistakan Umat Islam, Ahok Minta Maaf

  • Reporter:
  • Senin, 10 Oktober 2016 | 09:53
  • / 8 Muharram 1438
  • Dibaca : 119 kali
Dituduh Nistakan Umat Islam, Ahok Minta Maaf
Bakal Calon Gubernur Patahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Minta Maaf Terkait Ucapannya Yang Dianggap Melecehkan Ayat Al Qur'an

WARTAPOST.com – Akhirnya bakal calon gubernur petahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengalah atas semua tuduhan penistaan agama yang ia lakukan. Di depan banyak awak media, Ahok mengatakan minta maaf atas kericuhan yang terjadi lantaran ucapannya terkait surat Al Maidah ayat 51. Ia mengaku tidak bermaksud melecehkan atau mengutip ayat dalam kitab suci umat Islam itu.

“Yang pasti saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam ataupun Al Quran,” ucap Ahok di Balai Kota, Jakarta (10/10).

Sebagai pejabat Gubernur DKI, ia menuturkan tidak anti-Islam. Ia juga tidak pernah melakukan diskriminasi terhadap umat Islam. Sebagai bukti ia menjelaskan selalu memberikan izin pendirian sekolah Islam, memberikan Kartu Jakarta Pintar kepada siswa madrasah, dan membangun tempat ibadah umat islam (masjid).

“Kamu bisa lihat tindak tanduk saya, enggak ada mau musuhin Islam. Makanya, untuk kegaduhan ini saya minta maaf,” ucap Ahok.

Awalnya, dugaan penistaan agama oleh Ahok muncul ketika Ahok menyinggung ayat Al Qur’an surat Al Maidah ayat 51 yang melarang warga muslim untuk memilih pemimpin non-muslim dihadapan warga Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

Perkataan Ahok yang mejadi polemik saat itu adalah: “kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu tidak mau pilih saya sebab dibohongi surat Al Maidah 51 macam-macam itu, itu hak bapak ibu. Kalau bapak ibu tidak mau pilih saya sebab takut masuk neraka, dibodohin gitu, ya enggak apa-apa.”

Terkait polemik ini, Ahok berharap tidak usah dilanjutkan atau dibesar-besarkan karena hal ini dapat merusak keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengenai ucapannya itu, Ahok juga mengaku telah mendapat surat teguran dari MUI untuk lebih fokus terhadap kemaslahatan umat dan tidak membicarakan tafsiran agama yang sensitive.

Dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI (2017) mendatang, Ahok berjanji tidak akan membawa-bawa isu agama. MUI pun mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi isu negative menjelang Pilkada.

Menurut Ma’ruf Amin, Ketua MUI, saat ini provokator memanfaatkan waktu menjelang Pilkada untuk merusak keadaan. Oleh sebab itu, semua pihak harus bekerjasama menjaga keadaan. “Serahkan saja kepada pemerintah dan Polri, jangan ambil langkah sendiri supaya dapat ditangani secara hukum,’ kata Ma’ruf.

Isu ini sebelumnya bahkan telah dilaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang bernama Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Ia melaporkan penistaan agama telah dilakukan Ahok, dan Ahok telah menyakiti hati seluruh umat Islam.

Agustiar berharap, dengan laporan itu, Ahok lebih bisa mengendalikan ucapannya dan tidak memberikan pernyataan terkait SARA.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Bawaslu akan membahas laporan ACTA dalam rapat pleno dan dibawa ke Sentra Pleno Hukum Terpadu (Gakkumdu). Hal ini dinyatakan oleh Muhammad Jufri, Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu.

Dengan dibahasnya laporan itu, Bawaslu ingin melihat ada atau tidaknya unsur tindak pidana pemilu.

“Nanti kami lihat di Sentra Gakkumdu itu apakah kasus ini bisa ditindaklanjuti atau tidak. Kalau tidak terkait tindak pelanggaran pemilu, akan kami kembalikan pada pelapor,” kata Jufri.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional