Wartapost.com

Tantowi/Liliyana Bakal Telat Terima Bonus Rp 5 Miliar

  • Reporter:
  • Selasa, 11 Oktober 2016 | 12:56
  • / 9 Muharram 1438
  • Dibaca : 77 kali
Tantowi/Liliyana Bakal Telat Terima Bonus Rp 5 Miliar
Peraih Medali Emas Olimpiade 2016, Tantowi/Liliyana Baru Bisa Mendapat Bonus Paling Lambat Akhir Bulan Oktober.

WARTAPOST.com – Atlet peraih medali di Olimpiade Rio 2016 bakal menunggu lebih lama untuk menerima bonus dari Kemenpora seperti yang dijanjikan. Terhitung, saat ini sudah sebulan lebih sejak Olimpiade Rio 2016 diselenggarakan namun bonus belum bisa dicairkan. Mengenai hal ini, Kemenpora mengkalim pihaknya telah menyiapkan dana tersebut, namun paling lama bisa didistribusikan akhir bulan ini.

Gatot S Dewa Broto, Juru Bicara Kemenpora menyebut keterlambatan ini disebabkan adanya beberapa hal yang tidak bisa dipaksakan. Menurutnya, bonus yang telah disiapkan ini sebenarnya bisa langsung ditransfer ke rekening para atlet pekan ini, namun bentrok dengan jadwal.

“Rencananya, dana akan dicairkan minggu ini atau tiga minggu ke depan. Mulai tanggal 15 Oktober ini, Tantowi dan Liliyana akan pergi ke Denmark untuk bertanding dalam ajang Denmark Superseries Premiere. Dua minggu ke depan mungkin baru bisa pulang,” ucap Gatot kepada media.

“Pekan ini juga kami ada persiapan Peparnas dan lain-lain. Jadi, paling lambat tanggal 30 Oktober atau 2 November bonus baru bisa dicairkan,” tambahnya.

Kemenpora sebelumnya telah memberikan pernyataan bahwa bonus akan dicairkan setelah rangkaian Olimpiade selesai atau setelah Paralimpiade 2016, yaitu awal Oktober ini.

Pada ajang Olimpiade Rio 2016, Indonesia berhasil memboyong dua medali perak dan satu medali emas. Dua medali perak disumbangkan oleh dua lifter angkat berat yaitu Eko Yuli Irawan di kelas 62 kg dan Sri Wahyuni di kelas 48 kg. Sementara satu medali emas dipersembahkan oleh pasangan ganda campuran bulu tangkis, Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Berkat keberhasilan parat atlet itu, masing-masing atlet mendapat bonus dari Kemenpora. Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir masing-masing mendapat bonus sebesar Rp 5 Miliar dari dana utuh Rp 7,5 miliar yang dipotong pajak PPH 21 persen. Sedangkan Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni berhak medapat bonus masing-masing sebesar Rp2 miliar tanpa pajak dari dana utuh awal2,75 miliar.

Saat ini pemerintah memberikan bonus yang berbeda kepada atlet pereaih medali di ajang Paralimpiade. Atlet angkat berat, Ni Nengah Widiasih yang berhasil menyumbang medali perunggu kelas 41 kg mendapat bonus sebsar Rp1 miliar bebas pajak dari dana awal Rp 1,3 miliar.

Tidak hanya atlet, para pelatih yang telah bekerja keras membina atlet hingga meraih medali pun mendapatka bonus tersendiri. Pelatih kepala bulutangkis campuran Indonesia, Richard Mainaky mendapat bonus sebesar Rp 2 miliar dan dua pelatih angkat berat Indonesia, Dirja Wihardja dan Supeni masing-masing diganjar Rp 800 juta.

Sementara pelatih Ni Nengah, Koni Ruswanto mendapat bonus Rp 400 juta tanpa pajak.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Pengoleksi tiga medali perak Olimpiade secara berturut-turut, Eko Yuli Irawan sangat berharap bonus itu dapat ia terima secepatnya. Lifter asal Jawa Timur itu mengatakan jika terjadi keterlambatan pencairan bonus maka menunjukkan tidak adanya perubahan system walaupun Menpora telah berganti.

 

Diberitakan oleh CNNIndonesia.com melaui pesan singkat Eko mengatakan, “Saya masih belum mendapat kabar lagi (kapan bonus cair). Waktu itu sih bilangnya bulan ini cair. Soalnya, biar sekalian bisa zakat dan syukuran di kampung.”

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional