Wartapost.com

Film Ini Bakal Buka Luka Lama Israel

  • Reporter:
  • Selasa, 11 Oktober 2016 | 15:44
  • / 9 Muharram 1438
  • Dibaca : 143 kali
Film Ini Bakal Buka Luka Lama Israel
Ilustrasi Masyarakat Israel

WARTAPOST.com – Amos Gitai, sutradara ternama asal Israel akan membawa para penikmat film untuk kembali mengenang tragedi pembunuhan paling bersejarah di negara itu. Diberitakan oleh AFP, sutradara itu tengah menggarap sebuah film tentang Perdana Menteri Yitzhak Rabin.

Sebelum menggarap film ini, Amos Gitai telah mempubilkasikan sebuah video dokumenter dengan isu sama berjudul Rabin, The Last Day. Dalam video itu diceritakan selama 24 jam terakhir yang dialami oleh Perdana Menteri Yitzhak Rabin sebelum dibunuh oleh ekstrimis Yahudi pada 1995.

Latar belakang pembunuhan mantan jenderal ini adalah aksinya yang memperjuangkan perdamaian antara Israel dan Palestina yang telah berkonflik sejak lama. Pada saat ia menjabat sebgai perdana menteri, Rabin juga menjadi bagian dari ‘Oslo Accords’, disana ia membuat banyak kesepakatan dengan petinggi Palestina.

Tidak hanya itu, Rabin juga aktif dalam memperjuangkan perdamaian di Yordania. Bahkan atas aksinya itu, Rabin dianugerahi sebuah penghargaan nobel penghargaan tahun 1994 bersama Shimon Peress yang meninggal beberapa waktu lalu dan pimpinan Palestina kala itu, Yasser Arafat.

Namun, aksi Rabin tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari warganya. Yigal Amir, oposisi atas kebijakan Rabin akhrinya menembak sang perdana menteri setelah menggelar konvoi perdamaian di Tel Aviv. Rabin adalah satu-satunya perdana menteri Israel yang dibunuh.

Atas jasanya Rabin saat ini menjadi symbol perdamaian dari dua negara konflik, Israel dan Palestina.

Berjudul Yitzhak Rabin, Chronicle of an Assassination, Gitai menceritakan kronologi pembunuhan Rabin dari sudut pandang isterinya. Rencananya, Film ini akan diputar perdana pekan ini di Avignon Festival Perancis.

Istri Rabin, Leah diperankan oleh Sarah Adler, aktris berdarah Perancis dan Israel dan Hiam Abbass, aktris asal Palestina. Leah dikenal sebagai seorang isteri yang setia dan sangat sabar mendampingi suaminya dalam segala hal termasuk menyuarakan perdamaian untuk Israel, Palestina dan Yordania. Leah meninggal pada tahun 2000, ia sempat diwawancarai panjang oleh Gitai terkait perjuangannya bersama sang suami.

Dalam satu adegan, Leah akan menceritakan satu malam dimana ada sekitar 50 aktivis sayap kanan mengelilingi rumah mereka. Salah satu dari mereka adalah yang membunuh Rabin, yaitu Amir.

Bagi keluarga Rabin, pembunuhan itu merupakan sebuah tragedi pribadi sekaligus bencana yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Oleh itu, hadirnya filmYitzhak Rabin, Chronicle of an Assassination dianggap mampu membuka luka lama sejerah kelam Israel.

Rabin adalah sosok yang sangat diidolakan oleh Gitai. Sutardara yang terkenal dengan dua filmnya Kadosh dan Kippur menganggap Rabin adalah seorang pahlawan. Dua puluh tahun setelah kematian sang perdana menteri, Gitai tetap menganggap Rabis sebagai pembawa perubahan di negaranya.

Gitai mengatakan bahwa Rabin adalah salah satu alternative yang dapat ditiru oleh pemegang kekuasaan saat ini.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


“Saya sadar, film ini akan menyentuh hal yang paling sensitive di negaranya. Beberapa lalu di Jerussalem di salah satu festival, Miri Regev, Menteri Budaya Israel menuduh artis-artis Israel menjadi ‘kuda troya’,” ucap sutradara itu kepada AFP.

Dengan film ini, ia berharap bisa memberikan pesan secara universal, tidak hanya bagi negara. Sutradara itu mengatakan bahwa saat ini menonjolkan kebencian adalah jalan untuk terpilih di seluruh dunia, jika melihat apa yang dilakukan Donal Trump di Amerika Serikat dan yang terjadi sesungguhnya di Eropa, Israel, serta Timur Tengah.

 

 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional