Wartapost.com

Wanita-Wanita Ini Rela Menari Telanjang Dada Demi Raja Mereka

  • Reporter:
  • Kamis, 13 Oktober 2016 | 04:05
  • / 11 Muharram 1438
  • Dibaca : 352 kali
Wanita-Wanita Ini Rela Menari Telanjang Dada Demi Raja Mereka

WARTAPOST.com – Ratusan perempuan berbondong-bondong untuk mengadiri peringatan penobatan Raja yang dilaksanakan satu tahun sekali. Tradisi ini berlangsung di istana eNyokeni di Nongoma, KwaZulu-Natal, dengan mengundang Ratusan perempuan muda untuk menari, untuk mengikuti upacara tarian buluh (Reed Dance) pada tanggal 5 September 2014. Kali ini adalah peringatan yang ke 13 yang dirayakan oleh raja Zulu, Zwelithin.

34

Reed Dance adalah sebuah ajang tahunan tempat gadis-gadis berparade tanpa busana dan raja memilih dari diantara mereka untuk jadi istri, Afsel

Gadis Albino berpose dengan gadis lainnya, telanjang dada karena tradisi memang mengharuskan, sebelum upacara.

27

34Sebagai bagian dari upacara, para wanita muda menari telanjang dada untuk raja, masing-masing membawa buluh panjang, kemudian disimpan ketika mereka mendekati Raja.

Para gadis ini bersiap menampilkan tarian terbaik mereka untuk bisa memikat hati Raja, Afsel

TOPSHOTS A South African albino maiden poses with other maidens, bare breasted as the tradition requires, as they prepare themselves for the Reed Dance ceremony on September 5, 2014 at the eNyokeni Royal Palace in Nongoma in the KwaZulu-Natal region, ahead of the 13th anniversary of the Reed Dance (uMkhosi woMhlanga) celebrated by the Zulu King, Goodwill Zwelithin. As part of the ceremony, the young women dance bare-breasted for the king, each carrying a long reed, deposited later as they approach the King and is a cultural celebration that promotes respect for young women, and preserves the custom of keeping girls as virgins until marriage. AFP PHOTO/MARCO LONGARI TOPSHOTS
A South African albino maiden poses with other maidens, bare breasted as the tradition requires, as they prepare themselves for the Reed Dance ceremony on September 5, 2014 at the eNyokeni Royal Palace in Nongoma in the KwaZulu-Natal region, ahead of the 13th anniversary of the Reed Dance (uMkhosi woMhlanga) celebrated by the Zulu King, Goodwill Zwelithin. As part of the ceremony, the young women dance bare-breasted for the king, each carrying a long reed, deposited later as they approach the King and is a cultural celebration that promotes respect for young women, and preserves the custom of keeping girls as virgins until marriage. AFP PHOTO/MARCO LONGARI[/caption]

Upacara ini dimaksudkan untuk menghormati perempuan muda, dan mempertahankan tradisi keperawanan sampai saat menikah

32

Perempuan-perempuan yang hadir adalah yang belum menikah dan punya anak dari berbagai suku.

Salah seorang peserta melakukan aksi tari akrobatik saat upacara Reed Dance.

 

sumber: Terselubung.in

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional