Wartapost.com

Inilah Alasan Mengapa Anies Baswedan di Resuffle

  • Reporter:
  • Sabtu, 6 Agustus 2016 | 19:43
  • / 2 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 126 kali
Inilah Alasan Mengapa Anies Baswedan di Resuffle
Salam Perpisahan Anies Setelah di Resuffle

Wartapost.com – Satu hal yang cukup mengejutkan banyak pihak ketika melihat Anies Baswedan menjadi salah satu menteri yang masuk daftar reshuffle Kabinet Kerja Jokowi jilid dua. Hal ini cukup disayangkan banyak pihak setelah melihat gerakan Anies yang cukup membawa dampak posistif bagi pendidikan di Indonesia.

Mengenai hal ini, Kepala Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas Islam Negeri Jakarta, Ali Munhanif berpendapat lain. Ia memiliki pandangan berbeda  dari pandangan public yang menganggap Anies telah melakukan kerja yang baik.

Dalam diskusi “Rusuffle Kabinet Jilid II Untuk Siapa” yang dilakukan oleh UIN Jakarta beberapa waktu, Ali mengatakan bahwa Anies memiliki visi yang sedikit berbeda dengan visi yang diusung oleh Jokowi.  Ali menilai saat ini pandangan public kepada Anies memang cukup positif. Hal ini memang dapat dimaklumi melihat beberapa kebijakan Anies dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satu terobosan yang ia berikan adalah penghapusan system Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang kerap berujung ke perpeloncoan. Selain itu Anies juga menerapkan program mengantar anak pada hari pertama sekolah.

Menurut Ali, program-program yang dibawa Anies Baswedan bukanlahprogram yang diprioritas utamakan oleh Presiden Jokowi. Sejak awal, Presiden Jokowi menekankan pada program yang lebih substantive seperti halnya Kartu Indonesia Pintar untuk siswa tidak mampu.

Mengenai Kartu Indonesia Pintar ini nampaknya Anies tidak terlalu memberikan perhatian utama. Padahal sejak awal, ambisi Presiden Jokowi adalah untuk dapat memberikan kartu ini.

Hal ini juga senada dengan apa yang dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru, Muhadjir. Ia mengatakan bahwa menteri tidak memiliki visi misi khusus dan yang ada hanya visi misi presiden karena tugas menteri adalah membantu presiden dalam menjalan visi misinya.

Dalam rapat paripurna setelah pelantikan cabinet barunya, Presiden Jokowi pun tidak mengungkapkan adanya visi misi khusu menteri.

Pada diskusi itu juga dihadiri oleh mantan Menteri Perindustrian Saleh Husain. Mengenai visi misi, ia mengatakan bahwa Presiden Jokowi sebenarnya sudah mengingatkan para menterinya sejak pelantikan cabinet pertama 2014 lalu.

 

Dalam pelantikan Kabinet Pertama, menurut Saleh Presiden Jokowi juga menegaskan secara langsung bahwa para menteri tidak punya visi misi sendiri, yang ada adalah visi misi Presiden.Satu hal yang cukup menejutkan banyak pihak ketika melihat Anies Baswedan menjadi salah satu menteri yang masuk daftar reshuffle Kabinet Kerja Jokowi jilid dua. Hal ini cukup disayangkan banyak pihak setelah melihat gerakan Anies yang cukup membawa dampak posistif bagi pendidikan di Indonesia.

Mengenai hal ini, Kepala Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas Islam Negeri Jakarta, Ali Munhanif berpendapat lain. Ia memiliki pandangan berbeda  dari pandangan public yang menganggap Anies telah melakukan kerja yang baik.

Dalam diskusi “Rusuffle Kabinet Jilid II Untuk Siapa” yang dilakukan oleh UIN Jakarta beberapa waktu, Ali mengatakan bahwa Anies memiliki visi yang sedikit berbeda dengan visi yang diusung oleh Jokowi.  Ali menilai saat ini pandangan public kepada Anies memang cukup positif. Hal ini memang dapat dimaklumi melihat beberapa kebijakan Anies dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satu terobosan yang ia berikan adalah penghapusan system Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang kerap berujung ke perpeloncoan. Selain itu Anies juga menerapkan program mengantar anak pada hari pertama sekolah.

Menurut Ali, program-program yang dibawa Anies Baswedan bukanlahprogram yang diprioritas utamakan oleh Presiden Jokowi. Sejak awal, Presiden Jokowi menekankan pada program yang lebih substantive seperti halnya Kartu Indonesia Pintar untuk siswa tidak mampu.

Mengenai Kartu Indonesia Pintar ini nampaknya Anies tidak terlalu memberikan perhatian utama. Padahal sejak awal, ambisi Presiden Jokowi adalah untuk dapat memberikan kartu ini.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Hal ini juga senada dengan apa yang dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru, Muhadjir. Ia mengatakan bahwa menteri tidak memiliki visi misi khusus dan yang ada hanya visi misi presiden karena tugas menteri adalah membantu presiden dalam menjalan visi misinya.

Dalam rapat paripurna setelah pelantikan cabinet barunya, Presiden Jokowi pun tidak mengungkapkan adanya visi misi khusu menteri.

Pada diskusi itu juga dihadiri oleh mantan Menteri Perindustrian Saleh Husain. Mengenai visi misi, ia mengatakan bahwa Presiden Jokowi sebenarnya sudah mengingatkan para menterinya sejak pelantikan cabinet pertama 2014 lalu.

Dalam pelantikan Kabinet Pertama, menurut Saleh Presiden Jokowi juga menegaskan secara langsung bahwa para menteri tidak punya visi misi sendiri, yang ada adalah visi misi Presiden.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional