Wartapost.com

Alat Musik dari Bambu Ini Diminati Pasar Internasional

  • Reporter:
  • Kamis, 13 Oktober 2016 | 11:15
  • / 11 Muharram 1438
  • Dibaca : 171 kali
Alat Musik dari Bambu Ini Diminati Pasar Internasional
Alat-Alat Musik Berbahan Bambu Dipamerkan di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31

WARTAPOST.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu, 12 Oktober 2016 melalui gebukan drum telah resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31, pameran produk perdagangan berskala Internasional.

Namun tidak banyak yang memperhatikan ternyata drum yang dipukul Presiden Jokowi adalah produk dari dalam negeri yang merupakan salah satu peserta dalam pameran produk perdagangan itu. Uniknya, drum itu terbuat dari bambu yang merupakan karya dari Indonesian Bamboo Commuity (IBC), yaitu komunitas yang fokus mengeksplorasi bambu menjadi alat musik.

Adang Muhidin, Ketua IBC mengatakan awal mulanya ia mencetuskan ide untuk menjadikan bambu sebagai bahan baku pembuatan alat musik.

“Menciptakan suatu hal yang baru adalah keinginan saya sejak dulu. Saya mengamati sebenarnya jika kita memiliki kemauan, ada banyak peluang yang bisa kita ciptakan,” ucap Adang.

Salah satu keinginan pria yang punya latar belakang pendidikan teknik mesin itu adalah bagaimana menciptakan alat musik dengan bahan yang tidak sama dengan biasanya.

“Dari sana saya terpikir untuk menggunakan bambu. Saya kira bambu adalah ciri khas Indonesia, sebab para phlawan dulunya memang menggunakan bambu sebagai senjata untuk melawan penjajah,” ucapnya.

Pria berambut gondrong ini menceritakan, awal mula usahanya ia hanya memiliki modal sebesar Rp 100 ribu rupiah. Dari uang itu, ia lalu gunakan untuk membeli peralatan-peralatan seperti bor, baut, obeng, serta perkakas lainnya, yang ia bisa gunakan untuk meciptakan alat musik seperti yang ia inginkan.

Pertama, ia membuat alat musik di rumahnya yang berada di Jalan Melong Asih, Cimahi dengan sederhana, “Kalau bambu kan dimana saja aja, saya tinggal ambil, jadi modalnya memang segitu,” ucapnya tertawa.

Pada tahun 2011 hingga 2013 dulu ketika pertama ia tawarkan produknya, Adang mengatakan masih jarang diminati oleh masyarakat. Ia menjelaskana saat itu, sebagian besar masyrakat masih menganggap alat musik ciptaan Adang memiliki harga yang terlampau mahal.

Kurangnya minat masyarakat dalam negeri justru membuat Adang lebih aktif untuk menggelar pameran-pameran produknya di luar negeri. Ternyata apa yang dilakukan Adang benar, bagi masyarakat luar negeri, produk Adang sangat diminati. Di luar negeri, produk yang ia namai “Virageawie” ternyata cukup mendapat penghargaan dan diapresiasi.

Adang lanjut menceritakan, dari pameran-pameran itu produknya kini mulai banyak dikenal, bahkan telah merambat ke masyarakat Indonesia. Adang pun lalu membuat beberapa jenis alat musik dari bambu.

Saat ini, menurut Adang, brand ‘Virageawie’ yang dibuat oleh IBC telah dikenal di dua belas negara. Ke-1 negara yang telah menggunakan produknya adalah Singapura, Malaysia, Filipina, Amerika Serikat, Qatar, Meksiko, Belgia, Perancis hingga Yunani.

Mengenai harga, Adang mengatakan bervariasi berdasarkan proses pengerjaannya. Setaip alat musik yang ia kerjakan memiliki kesulitan yang tersendiri. Paling murah ia katakana berharga Rp 1,5 juta. Sementara untuk yang termahal, ia mengatakan tidak terhingga harganya.

Dalam hal keuntungan, Adang mengatakan pihaknya mampu mengumpulkan ratusan juta dalam sebulan. Saat ini bahkan, anggota komunitasnya sudah semakin bertambah banyak. Sudah ada lebih dari 400 orang yang bergabung di IBC dan tersebar di seluruh Indonesia.

Anehnya, walaupun Adang mampu membuat berbagai alat musik berbahan bamboo, ia mengaku tidak sedikitpun mampu memainkan alat musik yang ia buat.

 

“Saya hanya mau membuktikan, walaupun saya tidak punya keahlian atau kemampuan, tapi saya masih punya kemauan dan niat yang kuat sehingga dapat melakukan apapun yang diinginkan, hehe,” tutup Adang.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional