Wartapost.com

Di Australia, Usaha Food Truck Beromset 40 Juta Per Hari

  • Reporter:
  • Minggu, 7 Agustus 2016 | 13:56
  • / 3 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 109 kali
Di Australia, Usaha Food Truck Beromset 40 Juta Per Hari
Suasana Malam di Thornbury Food Truck

Wartapost.com – Jika anda berkunjung ke Melbourne, Australia maka anda akan sering menemukan penjual makanan menggunakan truk atau food truck terutama di akhir pekan. Saat ini, bisnis kuliner di Melbourne tengah di ramaikan oleh kehadiran food truck. Bisnis ini memang lagi banyak diminaki oleh para pengusaha di sana karena memang sangat menjanjikan keuntungan besar.

Saat ini memang baru terdapat sekitar 105 unit food truck yang tersebar di seluruh kota Melbourne. Namun kehadiran mereka menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat.  Para penikmat kuliner di kota ujung selatang Australia itu sudah menjadikan food truck sebagai salah satu pilihan mereka.

CO-Owner Thornburry Food Truck ,salah satu perusahaan food truck terbesar di Melbourne; Scott Assender mengatakan kepada wartawan bahwa penjualan food truck sangat memuaskan apalagi waktu akhir pekan atau ketika mereka menghadiri suatu event tertentu. Scott yang menjalankan bisnisnya dengan mendesain sebuah lahan miliknya di Thornburry (30 menit dari Melbourne) menjadi sebuah tempat untuk ‘mangkal’ food truck. Ia sengaja merubah lahan itu menjadi tempat khusus untuk para penikmat kuliner. Ia menempatkan food truck di luar dan bar di dalam. Hal itu cukup sukses mengundang pengunjung.

James Anderson, Salah satu pemiliki food truck yang ikut berjualan di lahan Scott pun mengaku omset penjualan mereka sangat bagus. Pada hari biasa, nilai omset penjualan mereka bisa mencapai lebih dari AUD 1.000 atau sekitar Rp 10 Juta. Nilai ini dapat meningkat berkali lipat pada akhir pekan. Walupun begitu, menurut James penghasilan mereka tidak menentu. Saat udara sedang dingin maka sedikit pengunjung yang mendatangi mereka.

Menurut James, hari yang paling banyak didatangi pegunjung adalah Rabu Malam dan Jumat Malam. Jumlah pengunjung dipastikan akan membludak saat musim panas. Orang Australia sangat suka mengunjungi food truck saat setelah pulang kerja. Di lahan milik Scott, James menjual masakan khas latin seperti nacos dan makanan olahan daging.

Selain menyewakan lahan, Scott juga mempunyai food truck  berjumlah puluhan untuk menjual burger. Dari usahanya itu ia mengaku mendapat omset sebesar AUD 4.000 (sekitar Rp 40 juta) di akhir pekan per satu truk. “Kadang kami mendapat lebih dari AUD 4.000 di akhir pekan, itu khusus yang ada di sini. Sedangkan truck yang lain tersebar berkeliling ke seluruh Melbourne setiap harinya,” kata Scott.

Scott juga menjelaskan bahwa ada 5 truk di hari biasa yang mangkal di Thornbury, sedangkan di akhir pekan terdapat 10 truk. Sedangkan yang lain menempatkan truknya di pusat-pusat keramaian. Setiap food truck yang berada di Melbourne memiliki keunikan dan kekhasan menu yang ditawarkan. Mulai dari makanan khas Amerika Latin hingga makanan khas Timur Tengah. Sebagian besar makanan yang dijual melalui food truck bersifat grab and go atau cepat saji. Walaupun begitu rasanya tidak kalah saing dengan masakan restoran.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


 

Keunggulan dari bisnis kuliner food truck adalah harga yang murah dengan rasa yang tidak kalah. Hal itulah yang menjadi daya tarik utama bagi para penikmatnya. Masakan di food truck rata-rata dijual dengan harga AUD 6-AUD 10 (sekitar Rp 60-Rp 100 ribu). Harga ini sesuai dengan kantong warga Melbourne. 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional