Wartapost.com

Karyawan Cantik Ini Sering Lembur Kerja, Lihat yang Terjadi…

  • Reporter:
  • Sabtu, 15 Oktober 2016 | 09:31
  • / 13 Muharram 1438
  • Dibaca : 150 kali
Karyawan Cantik Ini Sering Lembur Kerja, Lihat yang Terjadi…

Beban pekerjaan yang terlalu berat kadang sering membuat karyawan depresi dan stres, bahkan dampak yang paling parah hingga bunuh diri.Simaklah kisah gadis asal Jepang, Matsuri Takahashi, berikut ini. Dara cantik yang bekerja untuk perusahaan iklan raksasa, Dentsu Inc, itu bunuh diri karena beban kerja yang berlebihan, atau dalam istilah Jepang disebut ‘karoshi’.

Perempuan berusia 24 tahun ini memang ditemukan tewas setelah bekerja lembur sekitar 105 jam setiap bulan. Di tempat kerjanya, Takahashi menangani divisi akun digital yang bertanggung jawab atas iklan online.

Pengacara dan anggota keluarga Takahashi mengungkapkan temuan itu melalui konferensi pers di Kantor Inspeksi Tenaga Kerja Mita di Tokyo, Jumat 7 Oktober 2016.

bukan-kejadian-pertama-ucz3-768x384

bukan-kejadian-pertama-ucz3

Pesan Mengerikan Sebelum Bunuh Diri

Takahashi bergabung Dentsu pada bulan April 2015 setelah lulus dari Fakultas Sastra Universitas Tokyo. Dia ditugaskan di divisi akun digital. Menurut pengacara keluarga, beban kerjanya meningkat drastis dari Oktober. Durasi lemburnya dari 9 Oktober hingga 7 November 2015 saja mencapai 105 jam!

Takahashi mengakhiri hidupnya di asrama karyawan perempuan Dentsu pada 25 Desember 2015. Menjelang kematiannya, dia menghubungi rekan-rekan dan teman-temannya melalui layanan jejaring sosial dengan pesan menyedihkan, “ Aku ingin mati.”

Kantor Inspeksi Tenaga Kerja Mita mengakui bahwa volume beban kerja Takahashi meningkat tajam dan kerja lemburnya naik drastis. Takahashi diduga menderita gangguan mental karena beban psikologis yang begitu besar.

Terlibat Manipulasi Keuangan?

Bulan lalu, Dentsu mengakui perusahaan itu terlibat dalam praktik penipuan, termasuk manipulasi tagihan kepada klien, di divisi yang bertanggung jawab atas iklan online untuk setidaknya hampir empat tahun dari November 2012.

Tetapi, belakangan nama Takasashi ikut terseret dalam masalah ini. “ Kita harus mengatasi situasi dengan menambah jumlah karyawan di divisi tersebut,” kata seorang eksekutif Dentsu dalam sebuah konferensi pers di Tokyo pada 23 September 2015.

Menurut pengacara perusahaan, Dentsu menginstruksikan karyawannya untuk menyampaikan laporan kondisi kerja mereka sehingga kerja lembur tidak melebihi batas atas yang dilaporkan ke kantor tenaga kerja.

“ Kami memandang kasus bunuh diri karyawan kami sangat serius,” kata seorang wakil Dentsu yang menolak membuat komentar lebih lanjut ‘karena kami belum melihat isi (pemeriksaan kantor ini)’.

Ketika kasus bunuh diri dikaitkan dengan masalah pekerjaan, keluarga korban diperbolehkan untuk mengklaim manfaat dari program asuransi kecelakaan karyawan yang disponsori pemerintah.

sumber: Dream.co.id

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional