Wartapost.com

Dua Koalisi Bersaing Dalam Pilkada DKI, Bagaimana Pergerakanya?

  • Reporter:
  • Selasa, 9 Agustus 2016 | 13:59
  • / 5 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 81 kali
Dua Koalisi Bersaing Dalam Pilkada DKI, Bagaimana Pergerakanya?
Tujuh Ketua Partai DPD partai mendeklarasikan Koalisi Kekeluargaan di Menteng, Jakarta (8/8/2016).

Wartapost.com – Senin (8/8) lalu, tujuh partai politik bersatu untuk membentuk satu koalisi. Mereka adalah PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, PAN, PKB, PKS dan PPP. Ketujuh partai itu membentuk ‘Koalisi Kekeluargaan’ untuk menghadapi Pilkada 2017 mendatang. Walaupun belum menyebutkan nama yang akan disusung koalisi ini telah menyepaati tujuh kriteria ideal pemimpin Jakarta. Hal ini menjelaskan bahwa koalisi ini secara terang-terangan dibentuk untuk melawan koalisi pendukung petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Jika dihitung peta kekuatan politik koalisi ini di legislatif, Koalisi Kekeluargaan memiliki cukup banyak kursi yaitu 82. Sedangkan partai pengusung Ahok yaitu Golkar, Hanura dan NasDem hanya memiliki 25 kursi. Hal ini terlihat jelas bahwa Koalisi Kekeluargaan lebih unggul dari koalisi pendukug Ahok dalam hal peta politik.

Koalisi besar seperti ini juga pernah terbentuk pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Saat itu, ada enam partai yaitu Demokrat, Golkar, PAN, PKB, PKS dan PPP yang bersatu mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli pada putaran kedua. Namun sayangnya, koalisi besar ini harus kalah dari pasangan Jokowi-Ahok yang hanya didukung oleh PDI Perjuangan dan NasDem. Padahal kedua partai itu bukan partai pemiliki kusri dominan di legislatif Jakarta.

Taufiqul Hadi, anggota Dewan Pakar NasDem mengatakan bahwa ia yakin Ahok dapat menang dalam Pilkada DKI Jakarta 2016 mendatang. Ia juga optimis tiga partai pendukung Ahok juga dapat menang melawan tujuh partai itu. Menurutnya, Ahok masih menjadi sosok yang diharapkan oleh masyarakat Jakarta. Kepercayaan masyarakat kepada Ahok itulah yang ia anggap sebagai modal kampanye yang murah untuk menang di Pilkada mendatang.

Di sisi lain, pengamat politik senior LIPI, Siti Zuhroh berpendapat beda. Ia memprediksi Ahok dapat bernasib sama seperti Fauzi Bowo pada Pilkada 2012. Hal itu ia katakan sebab Ahok memiliki situasi dan kesamaan pola dengan Foke . Ahok menang dalam survey dan mendapat  dukungan dari partai sama yang mendukung Foke saat itu.

Menurutnya, masyarakat Jakarta cenderung memilih sosok dari pada partai pendukungnya. Apalagi jika sosok yang maju dapat menjawab kekecewaan masyarakat dengan calon petahana yang menjabat saat ini.

Dalam beberapa kesempatan, Ahok memiliki kesamaan dengan Foke. Menurut Siti, Ahok merupakan sosok yang pemarah dan cenderung tidak sabar. Hal ini lah yang menjadi kunci kemenangan Jokowi pada Pilkada 2012. Sosok Jokowi digambarkan dengan penuh cerita kesuksesan saat menjadi Wali Kota Solo selama dua periode.

Dengan kata lain, Kemenangan Jokowi-Ahok pada Pilkada 2012 adalah berkat ekuatan dari sosok yang dipilih. Bukan berdasar pada berapa banyak jumlah kursi di legislatif. Hal yang sama juga akan terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Satu faktor penting penentu kemenangan Jokowi-Ahok saat itu adalah political marketing atau political branding.  Bagaimana partai politik dapat memasarkan dan membuat branding atas calon dengan memaksimalkan kekuatan media untuk mecuri perhatian masyarakat adalah kunci utama kemenangan Pilkada DKI Jakarta mendatang.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Faktor itulah yang membuat Jokowi-Ahok menjadi sosok ideal pemimpin Jakarta. Masyarakat yang mulanya tidak tahu dan tidak kenal terhadap pasangan itu lalu dengan mudah yakin akibat hegemoni dari media pendukungnya. Tidak hanya itu, bahkan gerakan media juga mampu memunculkan relawan-relawan yang aktif terutama media sosial.

 

Saat ini kita tinggal menunggu siapa sosok yang akan diusung oleh partai ‘gendut’ itu. Jika mereka mampu membangun faktor-faktor seperti diatas maka sudah dipastikan akan menjadi lawan berat bagi Ahok. Kita lihat saja nanti mulai 23 September 2016, dimana KPUD membuka pendaftara bagi calon dari partai politik untuk maju memperebutkan ‘DKI Jakarta Satu’.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional