Wartapost.com

Penyair Yang Hilang, Wiji Thukul ‘Ditemukan’ di Swiss

  • Reporter:
  • Rabu, 10 Agustus 2016 | 07:48
  • / 6 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 1102 kali
Penyair Yang Hilang, Wiji Thukul ‘Ditemukan’ di Swiss
Poster Film Wiji Thukul 'Istirahatlah Kata-kata'

Wartapost.com – Setelah puluhan tahun tidak diketahui kejelasan dan keberadaannya, akhirnya, penyair dan aktifis Wiji Thukul ‘ditemukan’.

Tidak secara fisik namun melalui semangat dan ideologinya. Sosok Wiji Thukul dihadirkan dalam sebuah film berjudul ‘Istirahatlah Kata-kata’. Film ini digarap oleh sutradara Yosep Anggi Noen, Yulia Evina Bhara, Muara Foundation, Partisipasi Indonesia, KawanKawan Film dan LimaEnam Films.

Film ‘Istirahatlah Kata-kata’ adalah sebuah film fiksi yang menggambarkan sosok Wiji Thukul. Film yang mengisahkan aktivis Indonesia ini justru pertama kali diputar dalam ajang Locarno International Film Festival 2016, pada 9 Agustus kemarin dalam sesi Concorso Cineasti del Presente.

Pada sesi tanya jwab pasca pemutaran film, Sutradara Anggi Noen mengatakan, “Wiji Thukul adalah salah satu dari banyak para pejuan demokrasi yang memungkinkan bagi saya untuk dijadikan film. Ruang demokrasi yang sangat tertutup pada 1998, membuat saya dapat membuat dan memoerilatkan film ini kepada anda. Di film ini saya memberikan ruang kepada puisi-puisi Wiji Thukul untuk kembali bisa didengar. Selain itu, saya juga ingin menunjukan bagaimana perjalan hidup seorang sastrawan dalam mendiami hidup dan kata-kata”

Pemeran Wiji Thukul dala ‘Istirahatlah Kata-kata’ adalah seorang sastrawan dari Yogyakarta, Gunawan Maryanto. Sedangkan yang berperan sebagai istri dari sang penyair yang hilang di tengah kisrus politik 1998 adalah Marissa Anita menjadi Sipon;istri Thukul.

Memerankan istri sang penyair, Marissa Anita mengataka, “Di film ini suara Wiji Thukul didengarkan. Dahulu pada tahun 1980-1990, suranya sangat terdengar. Dengan kembalinya Wiji Thukul pada film ini semoga generasi kami dapat kembali mendengar suaranya leawat puisi-puisi.”

Sedangkan sang produser Yulia Evina Bhara menjelaskan mengapa film ini dibuat. Menurutnya dengan hadirnya film ini generasi sekarang dapat belajar tentang sejarah. Sejarah tentang demokrasi yang dulunya diperjuangkan oleh banyak orang termasuk Wiji Thukul melalui puisi-puisinya.

 

Setelah pertama kali diputar di Swiss, film ini rencana akan mulai bisa dinikmati penikmat film tanah air pada akhir tahun ini. Semoga dengan menyaksikan film ini, generasi muda dapat belajar banyak tentang perjuangan dan sejarah.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

1 Komentar

  1. bakron Selasa, 18 Oktober 2016

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional