Wartapost.com

Buruknya Integrasi Penyebab Macet Di Jakarta Tak Pernah Teratasi

  • Reporter:
  • Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:38
  • / 7 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 104 kali
Buruknya Integrasi Penyebab Macet Di Jakarta Tak Pernah Teratasi
Buruknya Integrasi Penyebab Macet Di Jakarta Tak Pernah Teratasi

Wartapost.com – Sudah puluhan tahun masalah kemacetan di Jakarta belum juga teratasi. Salah satu alasannya karna Ibu kota belum juga memiliki moda transportasi massal yang terintegrasi secara benar.

 

Kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabel (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Elly Adrian Sinaga mengatakan setiap operator angkutan publik tampak jalan sendiri-sendiri tanpa adanya koordinasi. Jadi, integrasi moda terlihat asal-asalan tanpa perencanaan yang baik hingga akhirnya merepotkan penumpang.

 

“Jadi memang selama ini sendiri-sendiri. Saya kumpulkan karna itu tidak dapat jalan sendiri-sendiri,” tutur Elly sebagaimana yang kami kutip dari laman Detik.com, Kamis (11/8/2016).

 

Seperti di Stasiun Palmerah, bus Trans Jakarta yang jadi feeder harus menunggu ‘ngetem’ sehingga memakan jalan disamping stasiun. Akibatnya, jalur kendaraan pun jadi terhambat serta menambah kemacetan jalan. Penumpang pun jadi tidak nyaman. Hal serupa juga terjadi di pemberhentian busway di Stasiun Manggarai.

 

“Busway di Stasiun Palmerah ini kan menunggu penumpang di jalan, sehingga menganggu lalu lintas. Akhirnya jadi semrawut, kalau integrasinya benar dilakukan harusnya ada tempat khusus untuk menunggu bus. Harus ada pelayanan sama, stasiunnya sudah bagus namun tempat tunggu busnya begitu,” tambah Elly.

 

Elly pun memberikan contoh lain, seperti pembangunan pertemuan antara MRT, LRT dan bus Trans Jakarta di Dukuh Atas. Lagi-lagi desain pembangunannya mampu merepotkan pengguna angkutan publik ketiganya saat ingin berpindah moda.

 

“Lihat Dukuh Atas, stasiun MRT di seberang jalan, stasiun KRL diseberangnya lagi, Stasiun LRT diatas sungai, busway diseberang sebelahnya lagi. Maka dari itu integrasi mesti dilakukan satu fisik. Ada standar, misalnya jalan kaki 200 meter minimal, kalau 1 kilometer sih bukan integrasi namanya,” ujar Elly lagi.

 

Khusus, untuk titip pertemuan Dukuh Atas, pihaknya menyerahkan PT MRT Jakarta yang merancang desain untuk pertemuan serta jalur perpindahan dari masing-masing mode.

 

“Saya tunjuk PT MRT yang bikin desainnya, agar dapat disatukan. Nanti LRT dan lainnya koordinasi dengan MRT. Ini ada lagi, sama-sama LRT saja stasiunnya berbeda. Kenapa tidak dijadikan satu saja,” tutup Elly menyinggung letak stasiun LRT Dukuh Atas yang dikelola oleh PT. Jakarta Propertindo dan PT Adhi Karya.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional