Wartapost.com

OJK Mulai Peduli Terhadap Pengaduan Konsumen Keuangan

  • Reporter:
  • Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:55
  • / 7 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 58 kali
OJK Mulai Peduli Terhadap Pengaduan Konsumen Keuangan
OJK Mulai Peduli Terhadap Pengaduan Konsumen Keuangan

Wartapost.com – Otortias Jasa Keuangan terus melakukan pengawasan terhadap pengaduan yang dilaporkan lewat sitem Pelaporan Edukasi serta Perlindungan Konsumen (SIPEDULI).

 

Tujuannya untuk mengawasi pengaduan yang masuk, diproses serta diselesaikan oleh Internal Dispute Resolutin (IDR) Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK). Selama Periode Januari hingga Juni 2016, pengadukan ke PUJK yang dikenal dengan IDR tercatat 913.092 pengaduan.

 

Hingga sekarang tingkat penyelesaian sudah mencapai 92,17% atau 841.622 pengaduan, sedangkan yang masih dalam proses 7,82% atau 71.363 pengaduan, lalu untuk yang tidak terselesaikan mencapai 0,01% atau 107 pengaduan.

 

“Pelaksanaan IDR adalah pelaksanaan POJK No.1/2013 terkait Perlindungan Konsumen di Sektor jasa Keuangan dan PUJK meresponnya dengan pembentukan unit atau fungsi pengaduan serta memiliki service Level Agreement sehingga konsumen merasa terlindungi dengna baik,” terang Kusumaningtuti S. Soetiono selaku Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen sebagaimana yang kami kutip dari laman Inilah.com, Kamis (11/8/2016).

Saat disinggung terkait beberapa kasus penanganan pengaduan yang tidak bisa diselesaikan PUJK, ujarnya, OJK mendorong masyarakat untuk meneruskannya kepada LAPS dengan tahapan proses yang bisa dilalui seperti mediasi, ajudikasi serta arbitrase.

 

Dari laporan LAPS yang disampaikan ke OJK per Juni 2016, terdapat 47 permohonan yang diajukan untuk bisa diselesaikan lewat LAPS.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


 

 

Ia juga menambahkan, bila masih ada ketidak sepakatan atas penanganan PUJK, maka konsumen punya saluran untuk menyelesaikannya dengan External Dispute Resolution (EDR) lewat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melayani bila kerugian finansial yang langsung, nilainya pun dibatasi agar bisa fokus ke konsumen keuangan kecil, sifat fasilitasi yang dilakukan lewat proses verifikasi dan klarifikasi kepada dua belah pihak baik terpisah ataupun bersama.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional