Wartapost.com

Warga Negara Malaysia Ini Bobol kartu Kredit Senilai Rp.111 Juta

  • Reporter:
  • Jumat, 12 Agustus 2016 | 02:06
  • / 8 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 162 kali
Warga Negara Malaysia Ini Bobol kartu Kredit Senilai Rp.111 Juta
Warga Negara Malaysia Ini Bobol kartu Kredit Senilai Rp.111 Juta

Wartapost.com – Pemuda berinisial WYC (18) yang merupakan warga negara Malaysia ini harus berurusan dengan polisi, hal tersebut dikarnakan ia menggunakan kartu kredit yang berisi data palsu. Setidaknya ada sembilan kartu kredit palsu yang ia miliki untuk bisa membeli tiket pesawat penerbangan internasional seperti Jakarta-Singapura, Jakarta-Jepang dan rute-rute lainnya dengan total transaksi mencapai Rp.111 juta.

 

“Asosiasi kartu kredit melakukan monitoring tanggal 7 Agustus lalu dan sebelumnya berkaitan dengan pemalsuan kartu kredit bahwa ada transaksi kartu kredit mencurigakan di sebuah agen travel di kawasan Jakarta Pusat,” ujar Kasubdit Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Teguh Wibowo sebagaimana yang kami kutip dari laman Liputan6.com, Jumat (12/8/2016).

Berdasarkan informasi itu, Fismondev pun langsung melakukan profiling terhadap tersangka. Polisi pun akhirnya meringkus warga Malaysia itu ketika ia sedang berada di kantor agen perjalanan yang dimaksud.

 

Saat itu, WTC berniat untuk mengubah jadwal perjalanannya. “Tiket itu diduga akan dijual lagi olehnya,” tutur Teguh.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, nomor yang ada di kartu fisik milik WYC, menyimpan data transaksi keuangan yang berbeda setelah dicocokkan dengan data di salah satu bank swasta.

“Ia mengaku kalau ia disuruh oleh seseorang berinisal NY, WNA Malaysia untuk datang tanggal 7 Agustus ke Indonesia serta membeli tiket pesawat,” terang tersangka.

 

Teguh juga menambahkan, pemilik data kartu kredit ini sebenarnya adalah warga Malaysia yang merupakan sindikat pemalsuan kartu kredit, mereka sengaja menguras habis uang mereka di Indonesia agar tidak terlacak oleh polisi di negara asalnya.

 

“Ini jaringan, pengakuan WYC yang menyuruhnya itu NY, ia ada di Malaysia dan diduga data-data nasabah diperoleh di Malaysia juga. Jadi WYC ini cuma disuruh menggunakan kartu kreditnya,” papar Teguh lagi.

 

Atas kelaukannya itu, WYC pun dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman penjara maksimal empat tahun atau Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan dengan ancaman penjara maksimal enam tahun.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional