Wartapost.com

Mengejutkan: Hendra/Ahsan Kalah di Laga Kedua dan Panahan Tanpa Harapan

  • Reporter:
  • Jumat, 12 Agustus 2016 | 23:41
  • / 8 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 239 kali
Mengejutkan: Hendra/Ahsan Kalah di Laga Kedua dan Panahan Tanpa Harapan
Hendra/Ahsan kalah dari Pasangan Jepang Endo Hiroyuki/Hayakawa dalam tiga gim

Wartapost.com – Berita terakhir kontinguen Olimpiade Rio 2016 cukup mengejutkan. Pasangan adalan ganda putera pertama Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mampu dikalahkan oleh pasangan Jepang dalam 3 gim pertarungan. Selain bulutangkis, kabar cukup menyedihkan juga datang dari cabang olahraga panahan. Pasalnya, atlet terakhir yang maju ke babak 16 besar Riau Ega Agatha harus menghentikan langkahnya karena kalah dari pepanah asal Italia, Mauro Nespoli.

Hendra/Ahsan yang memiliki rangking dunia lebih tinggi mampu dikalahkan pasangan ganda putera Jepang, Endo Hiroyuki/Hayakawa Kenichi dengan skor 17-21,21-16 dan 14-21. Pertandingan yang dilakukan di Riocentro pada Jumat (12/8) malam WIB itu merupakan kekalahan pertama bagi pasangan Indonesia yang tercatat sudah 10 kali bertemu dengan pasangan Jepang ini.

Teguhnya pertahanan Endo/Hayakawa membuat Hendra/Ahsan kesulitan untuk mengumpulkan poin. Pasangan Jepang ini bahkan sukses membuat mental Hendra/Ahsan sedikit menurun sehingga konsentrasi berkurang dan sering terjadi kesalahan sendiri. Hendra/Ahsan sering melakukan kesalahan service dan menguntungkan pihak lawan.

Yang paling sering terlihat adalah kesalahan yang dibuat oleh Hendra, ia bahkan tercatat melakuakn kesalahan sebanya 9 kali yang seharusnya tidak perlu. Herry Iman Pierngad, Pelatih Senior Ganda Putera PP PBSI mengatakan jika faktor nervous menjadi kendala utama pasangan ini. Walaupun Hendra/Ahsan temasuk pasangan senior, nervous bisa saja terjadi di ajang sekelas Olimpiade. Akibatnya, mereka jadi sering terburu-buru, kurang tenang, bermain tidak lepas dan banyak melakukan kesalahn sendiri.

Walau kalah pada laga kedua ini, Hendra/Ahsan masih memiliki satu kesempatan lagi untuk dapat lolos ke babak knockout. Di pertandingan selanjutnya mereka harus mampu mengalahkan pasangan Cina Chai Biao/Hong Wei pada laga terakhir Sabtu (13/8). Jika Hendra Ahsan menang pada laga terakhir ini, mau tidak mau mereka akan menjadi runner-up grup D dan akan memiliki jalan yang cukup berat.

Harapan di cabang bulutagkis masih cukup besar. Kontinguen lain yang bertanding di kelas ganda puteri, ganda campuran, tunggal putera dan tunggal puteri berhasil lolos ke babak perempat final. Hal ini semakin memberikan peluang bagi bulutangkis tanah air untuk Berjaya kembali di ajang Olimpiade.

Cabang olahraga panahan pun demikian. Panahan harus rela pulang kembali ke Indonesia setelah atlet terakhir yang lolos ke babak 16 besar, Riau Ega Agatha dikalahkan pepanah Italia Mauro Nespoli. Ega yang sebelumnya tampil memukau dengan berhasil mengalahkan pepanah nomor satu dunia asal Korea Kim Woo-jin harus mengakui keunggulan Nespoli pada pertandingan yang digelar di Sambodromo pada Jumat (12/8). Ega kalah dengan skor 0-6 (25-29, 27-29, 26-27).

Nespoli sendiri akan melaju ke babak 8 besar dan menghadapi pepanah Perancis, Jean-Char;es Vallandant untuk memmperebutkan satu tiket ke babak semi final.

Atlet lain panahan Indonesia, Ika Yuliana justru terhenti lebih cepat di babak 64 besar. Pepanah puteri Indonesia ini kalah dengan Naomi Folkrad dari Britania Raya.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional