Wartapost.com

Developer Asal Madura, Banggakan Indonesia Lewat Games

  • Reporter:
  • Minggu, 31 Juli 2016 | 18:07
  • / 25 Syawal 1437
  • Dibaca : 180 kali
Developer Asal Madura, Banggakan Indonesia Lewat Games

 

wartapost.com – Developer game regional yang asal Madura berhasil harumkan nama Indonesia di kancah internasional lewat media games. Mereka adalah None Developers, sukses meraih juara dua dalam kompetisi Microsoft Imagine Cup 2016 tingkat dunia.

Berawakkan empat orang, M.A Kholiq, Anwar Fuadi, Astu Masrundi dan Achmad Dany Romadhon berangkat ke Seattlle, Amerika Serikat untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Kompetensi teknologi bergengsi ini diikuti berbagai negara di seluruh dunia. Dalam kompetisi ini, satu karya anak Indonesia yang menarik perhatian juri adalah di kategori game. None Developers membawa karya game mereka yang bernama “Froggy and the Pesticide”.

Menanggapi hal ini, Steven Guggenherimer, Corporate Vice Precident, Developer Experience & Evangelism and Chief Evagelist Microsoft mengatakan bahwa Microsoft sebagai pabrikab teknologi terbesar dunia percaya bahwa dengan teknologi mereka bisa mengumpulkan kekuatan-kekuatan generasi muda. Microsoft ingin membantu generasi muda untuk terus bermimpi, membangun kreatifitas, dan merealisasikan ide menjadi kenyataan.

Melalui ajang ini, Microsoft berharap dapat memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk mendapatkan akses dan pengalaman menarik dari tools development dengan gratis. Dengan hal itu, diharapkan anak-anak dapat membangun masa depannya sejak dini.

“Microsoft percaya bahwa teknologi dapat membantu pelajar dalam proses pembelajaran. Teknologi berperan penting dalam perkembangan metode pembelajaran saat ini. Teknologi juga dapat memberikan dampak secara lagsung maupun dalam jangka panjang untuk para pelajar.” Tutur Anthony Satico, Vice Precident, Worldwide Education, Microsoft.

Bergabung dalam acara bergengsi ini saja sudah merupak prestasi yang membanggakan. Pasalnya, dalam event ini, sebanyak 35 tim yang ikut serta tidak hanya beradu dalam perlombaan. Disini mereka dapat belajar banyak degan para ahli serta dapat bertemu dengan CEO Microsoft Satya Nedella. Walaupun hadiah yang disediakan untuk para juara mencapai lebih dari USD 200 ribu.

Untuk dewan juri dalam ajang ini, sejumlah kalangan professional turut serta mensukseskan acara ini. Salah satu jurinya adalah John Boyage, pemeran utama film Star Wars: The Force Awakens. Selain itu ada Dr. Jennifer Tang yang pada tahun 2014 lalu bersama timnya, Eyenaemia berhasil menjuarai Imagine Cup 2014. Tidak ketinggalan, Software Enginer senior yang merupakan pengembang kurikulum ilmu computer di Microsoft yaitu Kasey Champion.

Apa itu game “Froggy and the Pesticide” karya putra Madura?

Froggy and the Pesticide merupakan sebuah game yang bertujuan untuk meberikan penyadaran terhadap kesadaran menjaga lingkungan. Melui game ini, None Developer juga berusaha untuk memberikan pengertian tentang bahaya penggunaan pestisida dan menyarankan penggunaan biopestisida yang lebih ramah lingungan.

Sebenarnya aturan main game ini cukup mudah. Dinamakan Froggy karena ia merupakan karakter utama dalam game ini. Dalam game ini, Froggy merupakan spesies yang seharusnya bukan tujuan penggunaan pesticide, namun pesticide terus mengarah padanya. Untuk mengntisipasinya, Froggy justru berusaha mengganti pestisida dengan biopestisida yang tidak berbahaya bagi makhluk lain.

Jadi, pemain game ini harus bisa mengganti pesticide yang mengarah ke Froggy dengan Biopesticida. Untuk itu, Froggy harus mencapai lokasi pesticide itu dan mengumpulkan biopestisida untuk menyelesaikan permainannya. Untuk memainkannya cukup melkuakan swipe di layar guna menggerkkan papan kayu dan menggerakan Froggy. Walaupun terlihat mudah, gamer yang memainkan permainan ini harus hati-hati agar tidak terkena pestisida sembari mengumpulkan biopestisida.

Kontribusi Indonesia dalam perlombaan pembuatan game di event ini memang sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejak tahun 3013, Indonesia yang maju melalui Solite Studio dengan gamenya “Save The Hamster” keluar sebagai pemenangnya. Tim yang diketuai Asadullahi Ghalib Kubat selanjutnya mewakili Indonesia dalam Imagine Cup 2013 di Rusia. Saat ini Gahlib justru menjadi mentor tim None Developer untuk ajang Imagine Cup 2016.

Atas kemenangan itu, tim None Developers berhak membawa pulang uang sebesar USD 10 ribu. Sebuah hadiah yang cukup pantas, melihat perjalanan mereka dari level terbawah hingga lolos level internasional sejak Agustus 2015.

Sebenarnya masih banyak, talenta berakat yang dimiliki Indoensia untuk bersaing di kancah Internasional. Namun, sayangnya pendidikan dan pembimbingan yang kurang optimal membuat potensi tersebut hanya lewat sesaat dan menjadi percuma.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional