Wartapost.com

Mampu Jualan Hingga AS dan Inggris, Wanita Ini Sukses Bisnis Hijab Online

  • Reporter:
  • Sabtu, 13 Agustus 2016 | 16:08
  • / 9 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 276 kali
Mampu Jualan Hingga AS dan Inggris, Wanita Ini Sukses Bisnis Hijab Online
Diajeng Lestari - CEO Hijup

Wartapost.com – Para hijaber tanah air pasti sudah tidak asing dengan e-commerce bernama ‘Hijup’. Ya, Hijup adalah bisnis online yang menjual berbagai macam hijab dari produsen hijab di Indonesia. Namun, siapakah dibalik itu semua? Adalah Diajeng Lestari Soekotjo, pebisnis wanita Indonesia yang berhasil merintis ‘Hijup’  sejak tahun 2011.

Perempuan yang sering disapa Ajeng itu memulai usahanya sejak Agustus 2011 dan hanya dibantu oleh satu asisten yang merupakan teman kuliahnya. Sampai saat ini, Hijup telah menjadi salah satu startup fashion dengan penjualan paling besar di Indonesia. Ajeng sekarang sudah mampu mempekerjakan 120 orang yang 80% adalah perempuan. Usahanya kini memiliki lusinan merek dari 200-an desainer hijab.

Lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini dahulunya sempat menjadi research marketing di salah satu perusaahaan.  Hingga pada 2011 ia memutuskan untuk menekuni bisnis online dan memberanikan diri untuk membuat e-commerce. Alasannya adalah untuk membantu banyak wanita untuk dapat memilih hijab sesuai fashionnya. Menurutnya banyak wanita yang kesulitan untuk memilih hijab seperti saat mau ke mall, oleh sebab itu ia menjual hijab dengan desain-desain yang lebih dinamis.

Keputusan Ajeng pun didukung penu oleh suaminya, Achmad Zacky, CEO Bukalapak. Dengan dukungan dari suami, Ajeng memulai bisnisnya dengan modal Rp. 10 juta dan ruangan hanya 2×3 meter.

Ajeng menuturkan kunci kesuksesannya adalah tidak lepas dari kemampuannya dalam membaca orientasi perubahan fashion hijab yang diminati wanita muda. Oleh sebab itu, Hijup memiliki motto LORD yang diyakini memiliki kepanjangan Lean, Open, Result dan Dynamic.

Selain itu, Hijup juga memiliki keunggulan tersendiri, Ajeng menjelaskan,”Kemudian yang berbeda, Hijup menawarkan tidak hanya sekedar konten fashion kemudian diskon-diskon, namun dapat menginspirasi dengan desain yang hidup. Kita sudah kerjasama dengan 120 desainer yang sebelumnya hanya 14 desainer.”

Mengenai pemasaran, Hijup menggunakan mengandalakan promosi lewat Instagram dan news letter. Hijup juga memiliki cukup banyak video di YouTube.

Seperti halnya usaha lain, Hijup juga pernah mengalami masa stagnan dan tidak berkembang di tahun 2011. Sampai akhirnya ia harus cuti sebab hamil anak pertama. Namun, setelah kembali lagi setelah melahirkan, ia menemukan kunci untuk mengembangkan usahanya. Menurutnya untuk mengembangkan bisnisnya ia menemukan 3 kunci yaitu merekrut orang terbaik, pengelolaan keuangan di bank, dan desain.

Ajeng juga mengatakan, jika ingin memulai bisnis startup, syarat utamanya adalah melihat minat dari diri sendiri.

“Kalau anda suka masak, bisnis masak, apapun itu tinggal dijalankan. Apalagi sekarang eranya adalah persaingan bebas. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton saja,” tegas wanita usia 30 tahun ini.

 

Walaupun begitu, mengenai omzet, Ajeng enggan untuk menyebutkan berapa. Namun, penjualan hijabnya sudah beredar di seluruh Indonesia bahkan sudah merambah ke beberapa negara lain. Diantara negara-negara yang pernah menggunakan produknya adalah India, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional